Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

BMKG: Gempa Blitar M 5,9 Bukan Megathrust, tapi Merusak

image-gnews
Personel TNI dan Polri mengecek kondisi rumah warga yang rusak pascagempa di Desa Ploso Kecamatan Selopuro, Blitar, Jawa Timur, Jumat, 21 Mei 2021. Sebanyak 31 daerah di Jawa Timur merasakan guncangan dari gempa hari ini. ANTARA/Irfan Anshori
Personel TNI dan Polri mengecek kondisi rumah warga yang rusak pascagempa di Desa Ploso Kecamatan Selopuro, Blitar, Jawa Timur, Jumat, 21 Mei 2021. Sebanyak 31 daerah di Jawa Timur merasakan guncangan dari gempa hari ini. ANTARA/Irfan Anshori
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan lindu bermagnitudo 5,9 yang terasa di Blitar dan sekitarnya bukan gempa besar atau megathrust. Walau tidak berpotensi tsunami, gempa Blitar tergolong merusak.

“Gempa ini merupakan gempa baru, bukan gempa susulan dari gempa 6,1 yang terjadi pada 10 April 2021,” kata Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Gempa yang terjadi pada Jumat, 21 Mei 2021 pukul 19.09.23 WIB itu berdasarkan pemutakhiran data BMKG bermagnitudo 5,9. Informasi awal mencatat kekuatan gempa itu hingga bermagnitudo 6,2. Pusat sumber gempa berada di laut pada jarak 57 kilometer arah tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada kedalaman 110 kilometer.

Menurut Daryono, gempa ini merupakan jenis gempa menengah akibat adanya deformasi atau patahan batuan di Zona Benioff, yaitu bagian slab lempeng Indo-Australia yang sudah tersubduksi dan menukik di bawah lepas pantai selatan Jawa Timur.

“Gempa ini bukan gempa megathrust karena pusatnya berada di kedalaman menengah dan cukup jauh dari bidang kontak kuncian antar lempeng,” katanya lewat keterangan tertulis, Jumat 21 Mei 2021.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, mekanisme sumber gempa itu hasil kombinasi antara sesar geser dan sesar naik yang dominan atau disebut oblique thrust fault.

Karena sumber gempanya berada di kedalaman menengah, kata Daryono, maka gempa ini memiliki spektrum guncangan dalam wilayah yang luas hingga Lombok di timur dan Cilacap di barat. “Guncangan gempa ini dirasakan di sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam skala intensitas IV-V MMI,” ujarnya.

Gempa skala IV MMI jika terjadi pada siang hari bisa dirasakan oleh orang banyak di dalam dan luar rumah oleh beberapa orang, membuat gerabah pecah, dan jendela arau pintu berderik serta dinding berbunyi.

Adapun skala V MMI artinya getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, membuat gerabah pecah dan barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, serta bandul lonceng dapat berhenti. “Gempa ini bersifat merusak,” kata Daryono.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Data sementara tercatat kerusakan ringan terjadi pada banyak bangunan rumah warga dan fasilitas umum di berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Kota dan Kabupaten Malang, Blitar, Lumajang, dan Pasuruan.

Adapun berdasarkan pemodelan BMKG, gempa ini tidak berpotensi tsunami. “Karena sumber gempanya dalam dengan magnitudo yang relatif kecil untuk dapat mengganggu kolom air laut,” ujarnya.

Hingga pukul 23.00 WIB tercatat empat kali gempa susulan dengan kekuatan bermagnitudo antara 2,7 dan 3,1. Menurut Daryono, gempa Blitar ini merupakan gempa ke-12 dari rentetan gempa merusak di selatan Malang sejak 15 Agustus 1896.

Namun begitu, dia membantah anggapan bahwa Gempa Blitar ini merupakan susulan dari Gempa Malang bermagnitudo 6,1 pada 10 April 2021 yang juga bersumber di laut selatan Jawa.

Kesamaan lain Gempa Blitar dan Malang, yaitu jenisnya adalah intraslab yang mampu mengguncang bumi dengan kekuatan lebih besar dari gempa lain dengan magnitudo sekelasnya.

Dari segi kekuatannya, gempa Blitar yang bermagnitudo 5,9 ini dinilai BMKG terlalu besar untuk dikatakan sebagai gempa susulan dari Gempa Malang. “Meskipun memungkinkan bahwa gempa Blitar ini terjadi akibat terpicu oleh gempa Malang,” kata Daryono.

Baca:
Gempa Blitar Rusak 30 Rumah di Malang

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

20 jam lalu

Tim BPBD Kota Bogor saat mengevakuasi becak yang tertimpa pohon besar di Kebon Pedes, Kota Bogor, Sabtu Sore 26 Oktober 2019. Pohon tumbang karena hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang. TEMPO/M.A MURTADHO
BMKG: Hujan Lebat Turun di Bogor, Cianjur, Sukabumi & Sejumlah Wilayah Jawa Barat

Hujan lebat hingga sangat lebat pada skala lokal dan berdurasi singkat diprediksi turun pada Senin, 7 Agustus 2023 di sejumlah wilayah di Jawa Barat


Ramalan Cuaca: Malam Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Suhu Terendah 22 Derajat Celsius

23 jam lalu

Pengunjung Car Free Day mengenakan payung saat diguyur hujan di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 12 Februari 2023. Dilansir dari BMKG, perkiraan cuaca Jakarta berpotensi hujan sedang lebat sampai sepekan ke depan, warga dihimbau  mempersiapkan diri termasuk kebugaran tubuh untuk menghadapi cuaca ekstrem. TEMPO/MAGANG/MUHAMMAD FAHRUR ROZI
Ramalan Cuaca: Malam Ini Jabodetabek Diguyur Hujan, Suhu Terendah 22 Derajat Celsius

Prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan hujan ringan akan turun di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi malam nanti


Prakiraan Cuaca Hari ini: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan Intensitas Sedang di Medan

23 jam lalu

Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA
Prakiraan Cuaca Hari ini: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan Intensitas Sedang di Medan

Hujan diperkirakan akan terjadi dj aejumlah wilayah Indonesia hari ini.


Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Terjadi di Wilayah Kuta Selatan, Bali

1 hari lalu

Ilustrasi - Peta gempa yang berpusat di Bali bagian selatan. ANTARA/HO-BMKG
Gempa Bumi Magnitudo 5,1 Terjadi di Wilayah Kuta Selatan, Bali

Gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada atas kemungkinan gempa susulan.


Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat

1 hari lalu

Ilustrasi gempa bumi
Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat

BMKG mengonfirmasi adanya gempa dengan magnitudo 4,6 mengguncang Pulau Panjang, Nusa Tenggara Barat, pada Senin dinihari, 7 Agustus 2023.


Info Gempa Terkini, M5,4 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

1 hari lalu

Seismograf gempa bumi. ANTARA/Shutterstock/pri
Info Gempa Terkini, M5,4 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa susulan itu tidak berpotensi tsunami.


Daftar Perairan Indonesia Bergelombang Tinggi 4 Meter sesuai Prediksi BMKG

1 hari lalu

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia Dua Hari ke Depan
Daftar Perairan Indonesia Bergelombang Tinggi 4 Meter sesuai Prediksi BMKG

BMKG mengimbau masyarakat pesisir waspada potensi gelombang tinggi hingga empat meter di beberapa wilayah perairan pada 6-7 Agustus 2023.


Gempa Magnitudo 5,2 di Sulawesi Tengah, Warga Ingat Bencana Palu

1 hari lalu

Ilustrasi gempa. shutterstock.com
Gempa Magnitudo 5,2 di Sulawesi Tengah, Warga Ingat Bencana Palu

Gempa tidak berpotensi tsunami


BMKG Prediksi Cuaca Banyak Kota Besar Cerah Berawan, dan Masih Ada yang Hujan

1 hari lalu

Ilustrasi Cuaca Cerah Berawan. Tempo/Fardi Bestari
BMKG Prediksi Cuaca Banyak Kota Besar Cerah Berawan, dan Masih Ada yang Hujan

BMKG memprakirakan cuaca kebanyakan kota besar di Indonesia cerah berawan pada Minggu, 6 Agustus 2023. Namun masih ada hujan di sejumlah kota.


Prakiraan Cuaca BMKG: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan di Berbagai Wilayah

1 hari lalu

Ilustrasi hujan disertai angin kencang. Shutterstock
Prakiraan Cuaca BMKG: Banjir Pesisir, Gelombang 4 Meter dan Hujan di Berbagai Wilayah

Waspada bencana hidrometeorologi akibat hujan di beberapa wilayah.