Hasil Riset Pamungkas Uji Vaksin Sinovac di Bandung Dilaporkan Juni

Petugas menunjukan contoh vaksin Covid-19 Sinovac dan Bio Farma di pusat produksi, pengemasan, dan distribusi vaksin Covid-19 Bio Farma Bandung, Jawa Barat, 7 Januari 2021. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Tim riset dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran tengah merampungkan laporan pamungkas hasil uji vaksin Sinovac di Bandung. Rencananya pada pertengahan Juni nanti laporan itu akan diserahkan ke PT Bio Farma sebagai sponsor penelitian dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

“Selanjutnya relawan kelompok vaksin akan mendapat booster (vaksinasi tambahan),” kata Edddy Fadlyana, manajer tim riset, Sabtu 29 Mei 2021.

Vaksinasi tambahan itu bagian dari perpanjangan riset selama enam bulan--berakhir bulan ini--yang diminta badan kesehatan dunia (WHO). Pertimbangannya, vaksinasi tidak membuat kebal seumur hidup. Penguatan suntikan (booster) itu bertujuan untuk mengetahui kadar zat antibodi dari vaksin pada orang yang disuntikkan.

Dalam laporan terbaru, Eddy mengungkapkan, diketahui ada beberapa relawan dari kelompok penerima vaksin yang masih bisa terjangkit Covid-19. Bahkan ada yang sampai dirawat di rumah sakit. “Tapi gejalanya tidak berat,” katanya.

Soal berapa jumlah pasiennya, dia belum mau membeberkan dengan alasan masih dihitung. Pun soal efikasi atau keampuhan vaksin apakah bertambah atau menurun dari angka sebelumnya, yaitu 65,3 persen, berdasarkan laporan hasil uji vaksin selama tiga bulan.

Uji vaksin Sinovac di Bandung selama seluruhnya sembilan bulan itu digelar sejak Agustus 2020 dengan melibatkan 1620 orang relawan. Kelompok relawan dibagi dua secara acak dan rahasia. Mereka mendapat cairan vaksin atau plasebo. Menurut Eddy, tim hanya meneliti uji vaksin pada relawan dan membuat studi efektivitas vaksinasi seperti Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menunjukkan tanda suntik vaksin di puskesmas Garuda, kecamatan Andir, Bandung, Jawa Barat, Jumat 28 Agustus 2020. Ridwan Kamil mendapatkan penyuntikan pertama sebagai relawan pada uji klinis tahap III vaksin COVID-19 Sinovac. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

Sebelumnya diberitakan, Balitbangkes mengumumkan hasil kajian cepat tentang efektivitas vaksin Sinovac pada tenaga kesehatan, 12 Mei 2021. Ketua tim peneliti, Pandji Dhewantara mengatakan suntikan dua kali vaksin itu menurunkan risiko Covid-19 bergejala hingga 94 persen. Selain itu vaksin tersebut dapat menurunkan atau mencegah risiko terinfeksi Covid-19 selama 63 hari setelah pemberian vaksin dosis kedua.

Kajian cepat pada 13 Januari sampai 18 Maret 2021 itu melibatkan lebih dari 128 ribu tenaga kesehatan dengan usia di atas 18 tahun. Partisipan berjumlah 60 persen perempuan dengan rata-rata usia 30 tahun. Selain itu vaksin Sinovac juga dinyatakan efektif mencegah kematian hingga 98 persen.

Baca juga:
Setelah Tiga Bulan, 25 Relawan Vaksin Sinovac di Bandung Positif Covid-19






2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Dinkes Imbau Setop Beri Obat Sirop untuk Sementara

1 jam lalu

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Dinkes Imbau Setop Beri Obat Sirop untuk Sementara

Kementerian Kesehatan RI mengungkap temuan dua kasus baru Gagal Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) di DKI Jakarta pada awal tahun 2023. Dua kasus tersebut dilaporkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.


Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Komisi IX DPR Tagih Tanggung Jawab BPOM

2 jam lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Muncul, Komisi IX DPR Tagih Tanggung Jawab BPOM

DPR meminta BPOM bertanggung jawab atas kembali munculnya kasus gagal ginjal akut pada anak.


BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

4 jam lalu

BPS Sebut Kunjungan Wisatawan Asing Melonjak 384 Persen Sepanjang 2022

BPS menyebut jumlah kunjungan wisawatan asing melonjak sebesar 384,12 persen secara yoy dan secara kumulatif meningkat 251,28 persen.


2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Satu Pasien Meninggal Usai Konsumsi Praxion

4 jam lalu

2 Kasus Baru Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Satu Pasien Meninggal Usai Konsumsi Praxion

Satu kasus yang terkonfirmasi gagal ginjal akut atau Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) di Jakarta dialami anak berusia 1 tahun.


Data Terbaru Gagal Ginjal Akut Pada Anak: 326 Kasus, 204 Korban Meninggal

6 jam lalu

Data Terbaru Gagal Ginjal Akut Pada Anak: 326 Kasus, 204 Korban Meninggal

Dua kasus baru gagal ginjal akut ditemukan di DKI Jakarta, Kemenkes merilis data terbaru kasus tersebut.


Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Pastikan Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebabnya Sudah Ditarik

6 jam lalu

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut, Kemenkes Pastikan Obat Sirup yang Diduga Jadi Penyebabnya Sudah Ditarik

Kemenkes menyebut satu korban baru gagal ginjal akut pada anak mengonsumsi obat sirup penurun demam merk Praxion.


Ditemukan 2 Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Kemenkes Terbitkan Surat Kewaspadaan

6 jam lalu

Ditemukan 2 Kasus Gagal Ginjal Akut di Jakarta, Kemenkes Terbitkan Surat Kewaspadaan

Dua kasus gagal ginjal akut di Jakarta telah ditemukan. Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat kewaspadaan untuk Dinas Kesehatan.


Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kemenkes: 1 Terkonfirmasi, 1 Suspek

7 jam lalu

Kasus Baru Gagal Ginjal Akut Pada Anak, Kemenkes: 1 Terkonfirmasi, 1 Suspek

Kementerian Kesehatan menyatakan baru satu kasus baru gagal ginjal akut yang terkonfirmasi. Satu kasus lainnya masih dalam status suspek.


Waspada Lagi Gangguan Ginjal Akut, 1 Anak Meninggal di Jakarta

7 jam lalu

Waspada Lagi Gangguan Ginjal Akut, 1 Anak Meninggal di Jakarta

BPOM sudah mengeluarkan perintah penghentian sementara produksi dan distribusi obat yang dikonsumsi dua pasien anak gangguan ginjal akut itu.


Kasus Gagal Ginjal Akut Bertambah 2, Begini Kronologinya

8 jam lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut Bertambah 2, Begini Kronologinya

Kementerian Kesehatan memaparkan kronologi bertambahnya korban gagal ginjal akut. Dua kasus baru ditemukan di Jakarta dengan satu korban meninggal.