Baru Diluncurkan Kembali, Twitter Hentikan Program Verifikasi Akun

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Twitter Foto Shutterstock

    Ilustrasi Twitter Foto Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial Twitter telah menghentikan program baru verifikasi akun setelah lebih dari seminggu meluncurkannya kembali. Alasannya karena menerima lebih banyak permintaan daripada yang diantisipasi, dan sekarang platform mikroblogging itu perlu waktu untuk meninjaunya sebelum dapat menerima permintaan baru. 

    “Kami sedang mengajukan permintaan verifikasi. Jadi kita harus berhenti sejenak untuk menerima lagi untuk saat ini sementara meninjau yang telah dikirimkan,” cuit akun Twitter Verified, Jumat, 28 Mei 2021 lalu.

    Twitter tidak memberi informasi kapan tepatnya akan mulai menerima permintaan baru verifikasi akun. Namun, media sosial besutan Jack Dorsey itu berjanji akan membukanya kembali. “Kami akan membuka kembali permintaan segera". 

    Twitter meluncurkan kembali program verifikasi akun setelah berhenti selama lebih dari tiga tahun. Penghentian sementara pada November 2017, mengutip kebingungan pengguna tentang program sebagai alasannya, dan Twitter berjanji untuk mengembalikannya dengan perbaikan. 

    ADVERTISEMENT

    Program verifikasi yang baru menawarkan lebih banyak kejelasan tentang siapa yang dapat diverifikasi. Twitter mengatakan akan memberikan lencana biru ke akun yang "asli, terkenal, dan aktif".

    Akun tersebut juga harus memenuhi salah satu dari enam kriteria untuk diverifikasi, yakni pemerintah; perusahaan, merek, dan organisasi; media dan jurnalis; hiburan; olahraga dan game; serta aktivis, penyelenggara, dan individu berpengaruh lainnya.

    Namun, bukan itu saja, Twitter telah menguraikan lebih banyak pedoman agar akun dapat diverifikasi.

    GSM ARENA

    Baca juga:
    Buntut Kasus Sensor Konten Pro-Palestina, Instagram Ubah Algoritma


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.