Salah Kaprah Istilah Infeksi Jamur Hitam di India, FKUI: Itu Mukormikosis

Seorang pasien Covid-19 mendapat perawatan di klinik terbuka di Desa Mewla Gopalgarh, Uttar Pradesh, India, 16 Mei 2021. Beberapa orang percaya berbaring di bawah pohon neem, yang dikenal dengan khasiat obatnya, akan meningkatkan kadar oksigen mereka. REUTERS/Danish Siddiqui

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Anna Rozaliyani, mengatakan istilah black fungus atau infeksi jamur hitam di India tidak tepat. Menurut dia, kasus itu merupakan mukormikosis—infeksi jamur yang disebabkan Mucormycetes.

Mukormikosis adalah infeksi jamur sistemik yang disebabkan golongan Mucormycetes (Rhizopus spp, Mucor spp, Rhizomucor spp, Cunninghamella bertholletiae, Apophysomyces spp, dan Lichtheimia). Istilah black fungus tidak tepat karena Mucormycetes bukanlah kelompok jamur hitam (Dematiaceae).

“Walaupun jamur ini menyebabkan kelainan jaringan berwarna kehitaman,” ujar Anna dalam acara virtual Temu Media FKUI Peduli Covid-19, Jumat, 4 Juni 2021.

Kasus mukormikosis dilaporkan sebanyak lebih dari 9.000 kasus di India pada Mei 2021. Mukormikosis dapat ditemukan di seluruh dunia, tapi kasus yang terbanyak dilaporkan di India. Prevalensi tahunan dilaporkan sebesar 10.000 kasus dan jumlah kasus total diperkirakan 171.504. 

Selain itu, kata Anna, istilah infeksi jamur putih, kuning, dan hitam kurang tepat dan menimbulkan kerancuan karena istilah infeksi jamur putih/kuning terkadang dikaitkan dengan infeksi jamur golongan Aspergillus. Istilah ini tampaknya berasal dari warna cairan yang keluar dari rongga sinus pasien mukormikosis.

“Penyebutan penyakit jamur sebaiknya mengikuti nama standar yang biasanya berdasarkan nama latin jamur penyebabnya,” tutur Anna.

Menurut Anna yang juga anggota perhimpunan dokter paru Indonesia, Mukormikosis termasuk penyakit langka dan berbahaya karena potensi kematiannya sangat tinggi. Angka kematian bervariasi antara 46-96 persen tergantung pada kondisi penyakit pasien, jenis jamur, dan bagian tubuh yang terkena.

Mukormikosis berpotensi menyerang berbagai sistem organ yang mengakibatkan munculnya beragam gejala klinis yang berkembang cepat. Tanda klinis klasik mukormikosis adalah timbulnya nekrosis/kematian jaringan secara cepat.

“Hal itu terjadi akibat invasi jamur yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan trombosis (gumpalan darah), serta kelainan jaringan berwarna hitam atau black eschar,” kata Anna.

Mukormikosis terjadi melalui kontak dengan spora/ elemen jamur dari lingkungan (tanah, bahan organik yang membusuk misalnya daun, tumpukan kompos, dan kotoran hewan). Elemen jamur yang sangat kecil dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran napas (terhirup dari udara), melalui cedera/ goresan kulit, atau tertelan tanpa disadari.

Sebagian besar kasus menyebar secara sporadis, tapi pernah dilaporkan terjadi wabah di rumah sakit (melalui peralatan rumah sakit yang terkontaminasi jamur, kebocoran air, penyaringan udara yang buruk), pembongkaran bangunan, cedera akibat bencana alam, dan lainnya. “Mukormikosis tidak menular dari orang ke orang, maupun dari binatang.”

Diagnosis mukormikosis ditentukan berdasarkan riwayat kesehatan pasien (ketelitian anamnesis, termasuk mengetahui faktor risiko), gejala penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, khususnya pemeriksaan mikologi (laboratorium jamur). 

Di Indonesia, beberapa kasus mukormikosis dilaporkan sebelum pandemi Covid-19. Meskipun jumlahnya tidak banyak seperti di India, tetapi angka kematian dan kesakitannya tinggi. “Semasa pandemi juga telah ditemukan beberapa kasus yang diduga mukormikosis, hanya saja pembuktian diagnosis terkendala terbatasnya fasilitas pemeriksaan yang memadai,” ujar Anna.

Baca:
Profesor di UGM Jawab BMKG Soal Prediksi Gempa Besar 






Perubahan Iklim, Petir Meningkat dan Tewaskan 907 Warga India Tahun Ini

21 jam lalu

Perubahan Iklim, Petir Meningkat dan Tewaskan 907 Warga India Tahun Ini

Sambaran petir meningkat lebih dari 111 kali, menewaskan 907 orang sepanjang tahun 2022 di India akibat perubahan iklim.


Beda Diare Akut dan Kronis serta Penyebabnya

1 hari lalu

Beda Diare Akut dan Kronis serta Penyebabnya

Ada dua tipe diare, yakni diare akut dan diare kronis. Kenali bedanya dan juga pemicunya.


India Beli Minyak Rusia, Ukraina: Tidak Pantas Secara Moral

1 hari lalu

India Beli Minyak Rusia, Ukraina: Tidak Pantas Secara Moral

India telah meningkatkan pembelian minyak murah Rusia enam kali lipat sejak invasi ke Ukraina pada Februari


Tips Merawat Anak dengan HIV/AIDS dari Dokter

2 hari lalu

Tips Merawat Anak dengan HIV/AIDS dari Dokter

Dokter membagikan sejumlah tips merawat anak dengan HIV/AIDS. Berikut hal penting yang perlu diperhatikan.


Hati-hati, HIV pada Anak Sering tanpa Gejala Khas

2 hari lalu

Hati-hati, HIV pada Anak Sering tanpa Gejala Khas

Dokter mengatakan HIV pada anak sering tidak menimbulkan gejala khas sehingga kadang dapat mengecoh orang tua.


5 Manfaat Buah Kersen Bagi Kesehatan: Turunkan Gula Darah hingga Cegah Infeksi

2 hari lalu

5 Manfaat Buah Kersen Bagi Kesehatan: Turunkan Gula Darah hingga Cegah Infeksi

Buah kersen kerap dianggap sama dengan buah ceri. Meskipun demikian, buah kersen simpan banyak manfaat.


New Delhi Diselimuti Asap, India Larang Konstruksi Swasta

3 hari lalu

New Delhi Diselimuti Asap, India Larang Konstruksi Swasta

Pemerintah India melarang proyek konstruksi swasta di dalam dan sekitar New Delhi sebagai upaya mengurangi debu dan emisi


Hari Ini di Tahun 1984 Terjadi Tragedi Bhopal India: Ini Data-data Korban

5 hari lalu

Hari Ini di Tahun 1984 Terjadi Tragedi Bhopal India: Ini Data-data Korban

Tepat 38 tahun lalu, terjadi Tragedi Bhopal, India yang merupakan sebuah insiden kebocoran gas dari sebuah pabrik pestisida yang menjadi bencana.


5 Dampak Buruk Penggunaan Headset Terlalu Lama bagi Pendengaran

6 hari lalu

5 Dampak Buruk Penggunaan Headset Terlalu Lama bagi Pendengaran

Di satu sisi penggunaan headset terlalu lama menimbulkan beberapa dampak buruk bagi kesehatan. Mulai dari infeksi, telinga cepat kotor, hingga gangguan pendengaran.


India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

7 hari lalu

India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

India memulai Presidensi G20. Perdana Menteri Narendra Modi menyerukan persatuan di tengah tantangan global yang besar.