Top 3 Tekno Berita Kemarin: KRI Nanggala-402 Setelah Kapal Cina Pergi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pusat Penerangan TNI menayangkan video yang diyakini sebagai kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam saat konferensi pers di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Ahad, 25 April 2021. Badan kapal selam terlihat di kedalaman 839 meter dalam patah terbagi tiga. REUTERS/Johannes P. Christo

    Pusat Penerangan TNI menayangkan video yang diyakini sebagai kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam saat konferensi pers di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Ahad, 25 April 2021. Badan kapal selam terlihat di kedalaman 839 meter dalam patah terbagi tiga. REUTERS/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 7 Juni 2021, berisi berita tentang keputusan TNI Angkatan Laut yang telah menghentikan upaya mengangkat bagian-bagian kapal selam KRI Nanggala-402 dan jasad 53 awaknya. Kapal selam diputuskan dibiarkan di dasar laut sedalam hampir 840 meter di utara Bali setelah 20 kali penyelaman oleh tim penyelamat dari Cina sejak awal Mei lalu tak memberi hasil seperti yang diharapkan.

    Berita terpopuler kedua masih dari alat militer di laut, yakni kapal perang amfibi terbaru yang sedang disiapkan Angkatan Laut Amerika Serikat. Bakal paling komplet karena mampu mengangkut bukan cuma sejumlah pesawat tempur, tapi juga dua unit Landing Craft Air Cushions (LCACs) atau Landing Craft Utility (LCU), USS Bougainville dipandang menjadi yang paling mematikan di kelasnya. 

    Lalu, berita ketiga, evakuasi ular sanca dari loteng atau plafon rumah tinggal milik warga dua hari berturut-turut, Minggu dan Senin 6-7 Juni 2021, oleh petugas pemadam kebakaran Jakarta Timur. Data evakuasi menyebut ular berukuran panjang sampai enam meter dan digolongkan sangat besar.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 7 Juni 2021, selengkapnya,

    1. Kapal Selam KRI Nanggala-402: Upaya Pengangkatan Sudah Berakhir

    Pemerintah telah mengakhiri upaya mengevakuasi dan mengangkat bagian-bagian kapal selam KRI Nanggala-402 beserta jasad para awaknya per Rabu pekan lalu, 2 Juni 2021. Upaya terakhir dilakukan pemerintah melibatkan tiga kapal penyelamat dari Cina: Yongxingdao-863, Nantuo-195, dan Tan Suo-2.

    Kapal Selam KRI Nanggala-402 dinyatakan hilang saat hendak uji tembak rudal di Laut Bali pada 21 April lalu. Saat ditemukan pada 25 April, kapal selam yang usia pakainya sudah sepanjang 40 tahun itu telah tergolek di dasar laut sedalam hampir 840 meter--jauh di luar kemampuan selamnya yang 250 meter.

    Kapal Tan Suo Er Hao (Explorer 2) berhasil mengangkat life raft KRI Nanggala 402. cgtn.com

    Kapal selam Nanggala didapati sudah pecah menjadi tiga bagian. Sejak itu pula statusnya berubah dari hilang menjadi tenggelam. Tak ada seorang pun yang berada di dalam kapal selam itu yang diyakini selamat.

    2. Amerika Siapkan Kapal Perang Amfibi Paling Mematikan USS Bougainville

    Angkatan laut Amerika Serikat sedang menanti kehadiran kapal perang serbu amfibi America-class Angkatan Laut ke-3, USS Bougainville. Kapal yang diklaim paling mematikan di kelasnya itu masih dalam proses pengembangan dan dijadwalkan diserahterimakan pada 2024.

    USS Bougainville dirancang menampilkan kembalinya konfigurasi yang didesain untuk memampukannya sekaligus sebagai transportasi laut kapal-ke-pantai, kapal pengintai, dan kapal serbu. Kapal itu akan memiliki kemampuan untuk mengangkut dan meluncurkan dua unit Landing Craft Air Cushions (LCACs) atau Landing Craft Utility (LCU) untuk misi amfibi.

    Kapal perang USS Bougainville. Seaforces.org

    “USS Bougainville akan mempertahankan kemampuan dukungan serangan udara dari desain America-class sambil menambahkan kemampuan konektor ke darat dari tambahan desain berupa dek sumur,” ujar seorang pejabat industri pembuat kapal militer terbesar di Amerika, Huntington Ingalls, seperti dikutip National Interest, Minggu, 6 Juni 2021.

    3. Dua Ular Sanca Besar Ditarik dari Dua Loteng Rumah di Jakarta Timur

    Petugas pemadam kebakaran Jakarta Timur dua hari berturut-turut melakukan evakuasi ular sanca dari loteng atau plafon rumah tinggal milik warga, Minggu dan Senin 6-7 Juni 2021. Data evakuasi menyebut ular berukuran panjang sampai enam meter dan digolongkan sangat besar.

    "Ular dalam kategori sangat besar dan menyelip di atas plafon rumah," bunyi keterangan yang disertakan Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur dalam data satu evakuasi itu.

    Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur saat mengevakuasi seekor ular sanca dari atas plafon rumah warga di Pulogebang, Cakung, Ahad pagi 6 Juni 2021. Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur

    Catatan itu berasal dari evakuasi yang dilakukan di Pulogebang, Cakung. Tepatnya, di sebuah tempat tinggal yang ada di Gang Sentiong nomor 43 RT 11 RW 04. Evakuasi ular, menurut data itu, dilakukan dalam 35 menit mulai Pukul 05.00 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.