Internet Papua Mati Munculkan Fenomena Pengungsi Digital, Siapa Saja?

Ilustrasi internet. (abc.net.au)

TEMPO.CO, Jakarta - Koneksi internet di Papua, khususnya di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura serta sekitarnya, mati total sejak Sabtu, 1 Mei 2021 lalu. Hal tersebut memunculkan fenomena baru, yaitu pengungsi digital yang pergi dari Kota Jayapura menuju kota yang internetnya lancar seperti di Sorong atau Manokwari.

Warga Kota Jayapura, Hari Suroto, menjelaskan, pengungsi digital biasanya adalah dosen atau mahasiswa yang berkuliah di kampus luar negeri. “Termasuk pelaku usaha yang butuh jaringan internet kuat untuk kirim data dalam file berukuran besar,” ujar dia melalui SMS, Selasa, 8 Juni 2021.

Para pengungsi digital membutuhkan akses internet yang kuat untuk presentasi yang dilakukan melalui aplikasi video konferensi seperti Zoom dengan klien atau kolega yang ada di Jakarta bahkan di luar negeri. Pengungsi digital juga rela membeli tiket pesawat untuk menuju ke Sorong atau Manokwari.

Menurut pria yang bekerja sebagai arkeologi di Balai Arkeologi Papua itu, wilayah Provinsi Papua Barat internetnya lancar. Selain Sorong dan Manokwari, beberapa wilayah lain seperti Waisai, Fakfak, dan Kaimana juga menjadi tujuan pengungsi digital.

“Saya tanggal 1 Juni sempat jadi traveler digital di Nabire. Naik pesawat Garuda ATR tadi terbang sekitar 1,5 jam dan internat di sana lancar,” tutur Hari.

Selain di wilayah Papua, para pengungsi digital ini juga bahkan ada yang melancong sampai ke Makassar dan Manado hanya untuk mendapatkan akses internet yang lancar. “Ada juga bahkan yang langsung terbang ke Jakarta, untuk tatap muka dengan koleganya,” kata Hari.

Menurut Hari, fasilitas internet di Jayapura harus diperbaiki, sehingga layak sebagai kota investasi. Para pengungsi digital ini, dia berujar, tidak tinggal lama di kota yang dituju, mereka hanya tinggal sebentar saja.

“Begitu urusan yang berkaitan dengan pekerjaan yang memakai fasilitas digital selesai, dua atau tiga hari, mereka akan kembali ke Jayapura,” tutur Hari.

Hari menjelaskan, sebagian generasi muda Papua ada yang kuliah di universitas luar negeri, seperti Jerman, Selandia Baru, Australia, dan Amerika Serikat. Selain itu, pekerja kreatif yang harus mengirimkan konten karya dalam bentuk digital juga membutuhkan kapasitas internet yang besar.

Selain itu, selama internet di Jayapura mati, aktivitas komunikasi masyarakat hanya dapat dilakukan melalui layanan pesan pendek (SMS) dan sambungan telepon, radio Single Side Band (SSB), serta Handy Talky (HT).

Matinya koneksi internet di Papua dikonfirmasi oleh General Manager Network Operation & Quality Management Telkomsel Maluku & Papua, Adi Wibowo. Dia menjelaskan bahwa jaringan internet Telkomsel yang mati di Papua, khususnya di Kota dan Kabupaten Jayapura, disebabkan adanya perbaikan kabel optik bawah laut.

Baca:
Koneksi Internet Masih Mati, Warga Papua Andalkan SMS dan Radio SSB






Kemenko PMK-DEFGHI Dorong Pemanfaatan Aplikasi Ruang Digital Keluarga di Sekolah

4 jam lalu

Kemenko PMK-DEFGHI Dorong Pemanfaatan Aplikasi Ruang Digital Keluarga di Sekolah

Peluncuran aplikasi Ruang Digital Keluarga dalam rangka meningkatkan keadaban digital di keluarga.


Inilah 6 Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022

1 hari lalu

Inilah 6 Aplikasi yang Paling Banyak Digunakan Orang Indonesia 2022

Whatsapp menjadi aplikasi paling populer yang digunakan masyarakat Indonesia, persentasinya mencapai 98,07 persen pengguna di Indonesia.


Cara Melihat dan Menghapus Riwayat Google Maps di iPhone

1 hari lalu

Cara Melihat dan Menghapus Riwayat Google Maps di iPhone

Linimasa dari Google Maps bersifat pribadi sehingga sebaiknya hanya Anda yang dapat mengaksesnya.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

1 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?


Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

1 hari lalu

Polisi Amerika Menahan Perempuan yang Diduga Menikam Mahasiswa Arab Saudi hingga Tewas

Selain membunuh, terduga pelaku juga didakwa mencuri barang-barang milik mahasiswa Arab Saudi itu.


12 Startup Ikuti Telkomsel NextDev Academy 2023

1 hari lalu

12 Startup Ikuti Telkomsel NextDev Academy 2023

Telkomsel Hadirkan NextDev Academy 2023, Buka Peluang Pemberdayaan Talenta Unggul


Ada Aplikasi Tije, Transjakarta Gandeng Telkom Bikin Aplikasi yang Mudahkan Pelanggan

1 hari lalu

Ada Aplikasi Tije, Transjakarta Gandeng Telkom Bikin Aplikasi yang Mudahkan Pelanggan

Saat ini Transjakarta telah mempunyai aplikasi Tije. Gandeng Telkom untuk bikin aplikasi yang mudahkan pelanggan.


Penipuan, Undangan Pernikahan Online Jadi Pintu Masuk Menguras Tabungan

1 hari lalu

Penipuan, Undangan Pernikahan Online Jadi Pintu Masuk Menguras Tabungan

Alfons menduga data kredensial korban didapat saat penipuan kenaikan biaya admin pertengahan tahun lalu.


Dosen Poliban Raih Predikat Asia Top 10.000 Scientists

2 hari lalu

Dosen Poliban Raih Predikat Asia Top 10.000 Scientists

Dua dosen Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) Kalimantan Selatan meraih predikat "Asia Top 10.000 Scientists".


Polri Pastikan Tewasnya Mahasiswa Cianjur Bukan karena Konvoi Polisi

3 hari lalu

Polri Pastikan Tewasnya Mahasiswa Cianjur Bukan karena Konvoi Polisi

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa mobil yang menabrak mahasiswa itu bukan karena konvoi polisi.