Tim Riset: Imunisasi Vaksin Sinovac Kemungkinan Perlu 3 Kali Suntikan

Seorang guru mengikuti vaksinasi COVID-19 Sinovac di Gedung Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Selasa, 30 Maret 2021. Sebanyak 6.400 guru di Kota Tangerang mengikuti vaksinasi sebagai persiapan pembelajaran tatap muka yang direncanakan digelar pada Juli 2021 mendatang. ANTARA FOTO/Fauzan

TEMPO.CO, Bandung - Tim riset vaksin Sinovac dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) tengah menyusun laporan akhir uji klinis di Bandung. Rencananya pertengahan Juni ini hasilnya akan disampaikan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melalui PT Bio Farma sebagai sponsor penelitian.

“Hasilnya tampaknya kemungkinan perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui persistent antibody dan booster,” kata manajer tim riset Eddy Fadlyana, Rabu, 9 Juni 2021.

Booster yang dimaksud adalah suntikan vaksin penguat, atau yang ketiga setelah orang diimunisasi dua kali. “Kalau efikasi kemungkinan ada penurunan, kan antibodinya juga turun dengan sendiri karena itu perlu booster,” ujarnya.

Merujuk kabar terbaru dari hasil riset vaksin Sinovac di Cina, kata Eddy, dianjurkan suntikan ketiga setelah imunisasi awal dua kali. “Hasilnya terjadi peningkatan antibodi puluhan kali,” kata dia.

Tim riset di Bandung sedang ancang-ancang melakukan riset serupa. Sesuai permintaan badan kesehatan dunia (WHO), tim akan melakukan riset lanjutan selama enam bulan. Jangka waktu itu terhitung setelah relawan uji klinis lanjutan mendapat vaksinasi kedua.

Eddy mengatakan, relawan peserta uji klinis lanjutan berjumlah 300-an orang. Mereka adalah relawan uji klinis sebelumnya dan masuk kelompok yang mendapat vaksin bukan air dalam plasebo. Rencana riset itu kini tengah menunggu persetujuan dari BPOM dan Komite Etik Unpad setelah laporan akhir uji klinis pertama yang berlangsung sembilan bulan dilaporkan Juni ini.

Laporan akhir itu menurut Eddy, juga berfungsi untuk mendapatkan izin pemakaian tetap vaksin Sinovac di Indonesia. Sementara ini BPOM baru mengeluarkan izin untuk penggunaan darurat sejak 11 Januari 2021.   

Baca:
Ilmuwan Temukan Cara Covid-19 Merusak Paru-paru Manusia






Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

32 menit lalu

Kanselir Jerman Olaf Scholz Positif Covid-19

Kanselir Jerman Olaf Scholz terinfeksi virus corona sepulang lawatannya ke Timur Tengah.


CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

1 hari lalu

CEO Pfizer Kena Covid-19 Lagi

CEO Pfizer Inc, Albert Bourla, pada Sabtu, 24 September 2022, mengumumkan positif Covid-19 untuk kedua kalinya.


7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

3 hari lalu

7 Penelitian Konyol yang Meraih Penghargaan Ig Nobel 2022

Ig Nobel merupakan parodi Nobel yang mengkhususkan pada penelitian yang awalnya membuat masyarakat tertawa, namun akhirnya berpikir dan kritis.


Sri Mulyani Usul PMN ke 8 BUMN Diberikan dalam Bentuk Barang Milik Negara, Ini Rinciannya

4 hari lalu

Sri Mulyani Usul PMN ke 8 BUMN Diberikan dalam Bentuk Barang Milik Negara, Ini Rinciannya

Sri Mulyani mengusulkan agar PMN kepada 8 BUMN diberikan dalam bentuk Barang Milik Negara.


Hati-hati, Masih Mudah Juga Bisa Alami Kebotakan

5 hari lalu

Hati-hati, Masih Mudah Juga Bisa Alami Kebotakan

Ada beberapa penyebab kebotakan pada pria dan bukan hanya terjadi pada yang sudah berusia lanjut.


Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

5 hari lalu

Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

Antioksidan buatan berbahaya bila dikonsumsi berlebihan.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

7 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.


Siapa Saja yang Wajib Diberikan Vaksin Hepatitis A dan B?

7 hari lalu

Siapa Saja yang Wajib Diberikan Vaksin Hepatitis A dan B?

Vaksinasi adalah cara yang tepat untuk mencegah penyebaran hepatitis. Berikut beberapa orang yang wajib menerima vaksin hepatitis A dan hepatitis B.


Unpad Bicara Lebih-Kurang Masuk PTN Hanya dengan Tes Skolastik

8 hari lalu

Unpad Bicara Lebih-Kurang Masuk PTN Hanya dengan Tes Skolastik

Penetapan tes skolastik saja harus membawa perubahan paradigma di sekolah-sekolah. Diakui kalau model tes yang sekarang membawa bahaya.


Benarkah Pewarna Makanan Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit?

9 hari lalu

Benarkah Pewarna Makanan Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit?

Tidak semua pewarna makanan diciptakan sama dan disetujui semua negara.