Ledakan Covid-19 Kembali Serang Gunungkidul, Padukuhan Lockdown Lokal

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ledakan kasus Covid-19 menerjang Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pekan ini. Puluhan warga yang berasal dari Padukuhan Dengok II, Desa Dengok, Kecamatan Playen itu dinyatakan positif Covid-19 setelah pelacakan (tracing) dilakukan Satgas Covid-19 setempat pada Selasa dan Rabu, 8-9 Juni 2021.

    "Hingga hari ini dari Padukuhan Dengok sudah 42 warga yang positif Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty, Rabu.

    Penularan Covid-19 di Dengok dipicu saat ada seorang warga meninggal dunia dengan status positif Covid-19. Sebelum meninggal, warga itu sempat dirawat di rumah sakit. Satgas Covid-19 setempat sempat melakukan pelacakan dengan swab test antigen terhadap keluarga yang bersangkutan.

    Dari pelacakan kerabat keluarga warga yang meninggal dunia itu, diketahui penularan sudah meluas ke puluhan warga padukuhan itu. Sebagian besar dari mereka yang terpapar diminta melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing dan sebagian kecil dirawat di rumah sakit. "Kasus penularan di Dengok ini sudah termasuk klaster baru," kata Dewi.

    ADVERTISEMENT

    Untuk mencegah penyebaran makin meluas, padukuhan ini pun menutup akses atau lockdown lokal sementara selama 14 hari ke depan. Lonjakan Covid-19 di Gunungkidul meningkat dalam beberapa hari terakhir.

    Selain kemunculan klaster Dengok itu, sebelumnya juga muncul klaster pabrik tas di Desa Bandung, Kecamatan Playen dengan total 26 orang positif.

    Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih mengatakan pada Rabu ini distribusi kasus terkonfirmasi Covid-19 tertinggi disumbang Kabupaten Bantul, yakni sebanyak 116 kasus, dan disusul Sleman sebanyak 111 kasus baru. "Kabupaten Gunungkidul hari ini tercatat ada tambahan 23 kasus," kata dia.

    Baca:
    Ilmuwan Temukan Cara Covid-19 Merusak Paru-paru Manusia


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.