Euro 2020, Tim Peneliti Sebut Peluang Juara Prancis yang Terbesar

Reporter

Pemain Prancis, Olivier Giroud berhasil menjebol gawang Bulgaria dalam Laga Uji coba menjelang Euro 2020 di Stade de France, Saint-Denis, Prancis, 8 Juni 2021. REUTERS/Pascal Rossignol

TEMPO.CO, Jakarta - Turnamen sepak bola Piala Eropa, UEFA Euro 2020, akhirnya bergulir sejak Jumat 11 Juni lalu, setelah tertunda setahun karena pandemi Covid-19. Favorit juara tahun ini adalah Prancis dengan peluang yang tertinggi di antara 23 kontestan yang lain. Ini menurut hasil prediksi tim peneliti gabungan dari Jerman, Austria, Belgia, dan Norwegia yang membuat perkiraan menggunakan teknik hibrida model statistik dan machine learning.

Tim peneliti itu terdiri dari Andreas Groll dan Franziska Popp (dari TU Dortmund, Jerman), Gunther Schauberger (TU Munich, Jerman), Christophe Ley dan Hans Van Eetvelde (Ghent University, Belgia), Achim Zeileis (University of Innsbruck, Austria) dan Lars Hvattum (Molde University College, Norwegia).

Mereka mengkombinasikan beberapa model statistik berisi kekuatan tim-tim peserta dengan informasi tentang struktur tim maupun faktor-faktor sosial-ekonomi negara asal seperti ukuran populasi dan pendapatan kotornya (gross domestic product). Adapun informasi struktur tim mencakup nilai pasar, jumlah pemainnya yang bermain di Liga Champions, dan performa klub tempat bermain para pemainnya itu.

Keluaran dari hasil kombinasi pemodelan itu disimulasikan 100 ribu kali, laga per laga, mengikuti hasil undian turnamen dan seluruh aturan UEFA. Ini yang kemudian menghasilkan berbagai peluang dari semua tim dalam menjalani turnamen itu hingga akhirnya melahirkan satu pemenangnya.

Tim terfavorit yang muncul adalah Prancis dengan peluang juara 14,8 persen, diikuti oleh Inggris (13,5 persen) dan Spanyol (12,3 persen). Anggota tim peneliti Achim Zeileis mengatakan bahwa sudah alami dari sebuah prediksi kalau mereka juga bisa salah. Itu, dia berdalih, membuat turnamen bisa tetap menarik.

"Kami menyediakan peluang-peluang, bukan kepastian, dan sebuah peluang menang sebesar 15 persen juga berarti peluang tidak menang sebesar 85 persen," katanya yang mengembangkan pemodelan berdasarkan data prospektif tim dari 19 rumah judi internasional.

Namun, prediksi yang dibuat Zeileis bersama University of Innsbruck sejauh ini dianggap cukup berhasil. Mereka mampu tepat memprediksi final Euro 2008 lalu, begitu juga saat Spanyol memenangkan Piala Dunia dan Eropa pada 2010 dan 2012.

Pada tahun ini, model itu akan digunakan sebagai bagian dari model yang dikombinasikan lebih komprehensif oleh tim yang dipimpin Andreas Groll (TU Dortmund), Gunther Schauberger (TU Munich) dan Christophe Ley (Ghent University).
Model statistika lainnya yang digunakan adalah yang dikembangkan Ghent University. Model ini memetakan kekuatan setiap tim berdasarkan riwayat pertandingan sepanjang delapan tahun ke belakang.

Lalu, informasi lebih detil dari setiap tim seperti nilai pasar dan faktor-faktor dari negaranya seperti ukuran populasi juga digunakan. Pemodelan itu dikembangkan TU Dortmund dan TU Munich. Juga, pemodelan atas rating dari para pemain dan performa dari klub tempatnya bermain dari Molde University College.

Keempat keluaran dari setiap model itu dikombinasikan menggunakan machine learning dan mengoptimalkannya langkah demi langkah. Machine learning diberi asupan data pertandingan di empat Piala Eropa di antara 2004-2016 dan membandingkannya dengan hasil seluruh laga aktual di turnamen itu.

Hasil pemodelan tim peneliti gabungan ini juga mengkalkulasi peluang di antara tim negara-negara yang bergabung dalam grup neraka, Grup F. Dalam grup ini ada Prancis juga Portugal dan Jerman. Prancis adalah juara dunia, sedang Portugal adalah juara bertahan di turnamen ini. Keduanya juga finalis di Euro 2016.

Hasil pemodelan menelurkan peluang setiap tim di grup ini untuk lolos ke fase knock out lebih kecil daripada tim unggulan di grup lain. "Tapi yang berhasil lolos dari grup ini akan memiliki peluang besar untuk terus melaju nantinya," kata Andreas Groll.

Hasil pemodelannya melihat peluang 85,3 persen baik Jerman maupun Portugal untuk bisa lolos ke 16 besar. Untuk Prancis, peluangnya sedikit lebih besar yakni 89,7 persen. Sedang peluang Jerman untuk bisa menjadi juara Piala Eropa UEFA Euro 2020 sebesar 10,1 persen--satu persen di bawah peluang Portugal.

EUREKALERT | ZEILEIS

Baca juga:
Sepak Bola Kala Pandemi Covid-19, Studi: Stadion Kosong Tetap Untungkan Tuan Rumah






Mogok Nasional Nyaris Lumpuhkan Prancis

13 menit lalu

Mogok Nasional Nyaris Lumpuhkan Prancis

Serikat pekerja melancarkan mogok nasional untuk memprotes reformasi pensiun yang dicanangkan pemerintah.


Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

35 menit lalu

Misi Scholz Cari Dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan Gagal

Misi Kanselir Jerman Olaf Scholz mencari dukungan untuk Ukraina ke Amerika Selatan tampaknya hanya bertepuk sebelah tangan.


Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan Kerja Sama Buka Kelas Bahasa Jerman

40 menit lalu

Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan Kerja Sama Buka Kelas Bahasa Jerman

Goethe-Institut dan Kementerian Kesehatan RI bekerja sama terkait pengintegrasian kelas bahasa Jerman ke dalam kurikulum program studi keperawatan


Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

6 jam lalu

Ditolak AS, Ukraina Minta Jet Tempur dari Prancis dan Polandia

Prancis dan Polandia tampaknya bersedia untuk menerima permintaan jet tempur dari Ukraina.


Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

22 jam lalu

Perlunya Disiplin Protokol Kesehatan saat Subvarian Kraken Merebak

WHO menilai risiko terbaru tentang Omicron XBB.1.5 atau Kraken sebagai subvarian yang sangat menular sehingga protokol kesehatan perlu dijaga.


Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

2 hari lalu

Jokowi Kembali Cerita Soal Kebijakan di Awal Pandemi Ekonomi RI Bisa Minus 17 Persen Kalau Lockdown

Untuk ketiga kalinya, Presiden Jokowi bercerita soal kebijakan yang dia ambil di awal pandemi Covid-19 dengan tidak menerapkan lockdown.


Kisah Pemburu Nazi: Tak Akan Berhenti, meski Tersangka Sudah Makin Renta

3 hari lalu

Kisah Pemburu Nazi: Tak Akan Berhenti, meski Tersangka Sudah Makin Renta

Pemburu Nazi tetap berharap pelaku Holocaust mendapat hukuman berat, bahkan ketika para tersangka tersisa banyak yang sekarang berusia akhir 90-an


Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

4 hari lalu

Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

Ketahanan pangan mengancam masa depan di perkotaan telah terjadi saat ini akibat pertumbuhan urbanisasi signifikan di Asia-Pasifik. Ini penjelasannya.


Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

4 hari lalu

Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

Presiden Jokowi secara resmi menghentikan PPKM pada Jumat, 30 Desember 2022.


Pengadilan Luksemburg Menangkan Malaysia Melawan Gugatan Rp224 Triliun

4 hari lalu

Pengadilan Luksemburg Menangkan Malaysia Melawan Gugatan Rp224 Triliun

Pengadilan Luksemburg memenangkan Malaysia dari keharusan membayar ganti rugi sebesar hampir Rp224 triliun terhadap keturunan Sultan Sulu