PP IPTEK Gelar Science for All untuk Siswa dan Guru di Banten

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa mencoba alat peraga berupa Bola Listrik dalam acara HUT ke-19 Kementrian Riset dan Teknologi di Pusat Peragaan IPTEK Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (20/4). TEMPO/Nunu Nugraha

    Seorang siswa mencoba alat peraga berupa Bola Listrik dalam acara HUT ke-19 Kementrian Riset dan Teknologi di Pusat Peragaan IPTEK Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (20/4). TEMPO/Nunu Nugraha

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Peragaan Iptek (PP IPTEK), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggelar acara Science for All untuk para siswa dan guru SD, SMP, dan SMA di Provinsi Banten. Gelaran tersebut akan berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis, 15-17 Juni 2021.

    Direktur PP IPTEK M. Syachrial Annas menjelaskan Science for All merupakan upaya untuk mempopulerkan iptek dan pemerataan akses iptek kepada masyarakat di Indonesia. “Dengan cara yang mudah dan menyenangkan, dan menyajikan kegiatan kreatif inovatif,” ujar dia dalam acara pembukaan yang dilangsungkan daring, Selasa 15 Juni 2021.

    Science for All tahun ini akan diadakan PP IPTEK fokus untuk wilayah Banten dan Jawa Barat sebagai wilayah di luar DKI Jakarta yang berdekatan dengan lokasi PP IPTEK. Sebelumnya pada 2019 diselenggarakan untuk anak didik dan pendidik di lima Kotamadya Provinsi DKI Jakarta.

    Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi/Kota/Kabupaten di Banten, kegiatan ini meliputi virtual tour galeri PP IPTEK berupa Alat Peraga Interaktif. Selain itu program Science Show yang mempertunjukkan fenomena sains spektakuler dan pemutaran Science Cinema yang menggambarkan peristiwa sains dari Goethe Institut Indonesia.

    ADVERTISEMENT

    “Karena pandemi kita belum bisa menghadirkan banyak anak didik dan guru secara langsung. Tapi dengan virtual ini kegiatannya tidak kalah kreatif dari offline,” kata Annas.

    Kegiatan lainnya adalah Bincang Iptek Populer tentang isu iptek terkini dengan topik “5G dan Energi Terbarukan” dari Kokbisa, Seminar Sains untuk guru IPA, serta Quiz Iptek tentang pertanyaan seputar Iptek dan PP IPTEK yang berhadiah kepada peserta Science for All.

    Annas berharap kegiatan selama tiga hari ke depan bisa membuat para siswa termotivasi dan memiliki minat dalam mempelajari iptek lebih dalam. “Kami berharap sekolah-sekolah lebih mengoptimalkan PP IPTEK sebagai cara peningkatan pembelajaran iptek,” tutur dia. 

    Sekretaris Utama BRIN, Mego Pinandito, mengatakan kegiatan Science for All diharap dapat mendorong anak didik untuk berpikir kreatif. Sehingga, dia berujar, Indonesia bisa memiliki generasi muda yang unggul dan kompetitif. “SFA ini adalah satu perwujudan secara konkret,  akan ada banyak program di dalamnya, ada fasilitas pembelajaran digital untuk masyarakat,” kata Mego.

    Kepala Bidang SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Lukman, menerangkan, di era 4.0, masyarakat perlu beradaptasi dan memerlukan pendidikan unggul. Menurutnya ada tiga hal yang harus diperhatikan untuk membentuk sistem pendidikan yang unggul, yaitu literasi data, manusia, dan teknologi.

    “Pendidikan memiliki daya relevansi tinggi dalam menghadapai revolusi insuatri ini, guru diuntut mampu mengembankan inovasi pembelajaran yang jalan dengan kemajuan teknolgi,” kata Lukman

    Kegiatan Science For All oleh PP IPTEK, menurut Lukman, merupakan salah satu upaya untuk dapat menciptakan siswa yang mampu menghadapi era industri 4.0 tersebut. “Karena itu kesiapan menghadapi era baru sangat dibutuhkan, sehingga kita tidak tergilas oleh kejamnya zaman,” ujar Lukman.

    Baca juga:
    Pernah Tak Lulus UN SMA, Dosen UGM Sukses Raih Gelar di Oxford dan Harvard


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.