Hasil SBMPTN 2021 di Unpad: Ilmu Hukum Terfavorit, Manajemen Paling Ketat

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Universitas Padjajaran atau Unpad. unpad.ac.id

    Universitas Padjajaran atau Unpad. unpad.ac.id

    TEMPO.CO, Bandung - Pendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN 2021 di Universitas Padjadjaran (Unpad) diketahui banyak yang mengincar Fakultas Hukum. Fakultas ini jadi pilihan terfavorit dengan 3.408 pendaftar. Menyusul di belakangnya adalah Fakultas Psikologi dengan jumlah 3.189 peminat.

    Terfavorit ketiga dan seterusnya yaitu Pendidikan Dokter dengan pendaftar 3.088 orang, kemudian Manajemen (2.804), Ilmu Komunikasi (2.652), dan Teknik Informatika (2.430). Pilihan favorit lainnya yaitu Farmasi (1.981), Ilmu Hubungan Internasional (1.910), Ilmu Keperawatan (1.796), dan Akuntansi (1.539).

    “Program studi yang menjadi favorit tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi, Senin 14 Juni 2021.

    Meski begitu bukan Ilmu Hukum ataupun Psikologi yang tercatat sebagai program studi dengan tingkat persaingan terketat di antara para pendaftar. Persaingan paling sengit ada di program studi atau jurusan Manajemen. Sebanyak 2.804 pendaftarnya memperebutkan kuota 36 kursi.

    Dandi menambahkan, di Unpad tercatat ada dua calon mahasiswa yang meraih nilai tertinggi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) SBMPTN 2021. Keduanya lolos ke jurusan Pendidikan Dokter dan Manajemen Komunikasi. 

    Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) mengumumkan serentak hasil SBMPTN secara daring, Senin, 14 Juni 2021. Dari data LTMPT, nilai tertinggi peserta yang diterima jurusan Pendidikan Dokter di Unpad yaitu 861,42 dari kelompok Saintek. Adapun dari kelompok ujian Soshum, nilai tertinggi peserta ada di jurusan Manajemen Komunikasi Unpad dengan nilai 805,12.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.