Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Mahasiswa Baru soal Perkuliahan

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi suasana belajar mahasiswa di kampus. Pixabay

    Ilustrasi suasana belajar mahasiswa di kampus. Pixabay

    TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa kampus di Indonesia sudah mulai membuka jalur seleksi pendaftaran untuk mahasiswa baru. Hal tersebut merupakan pintu masuk siswa SMA ke dunia baru guna menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Nantinya banyak hal baru yang akan ditemukan siswa SMA yang baru lulus ini, mengingat perkuliahan sudah jelas berbeda dengan saat masih berseragam putih abu. Salah satu yang berbeda yaitu sistem penilaian di bangku kuliah. Sistem penilaian di perguruan tinggi berbeda dengan sistem penilaian yang diterapkan di SMA.

    Dalam perkuliahan, seorang mahasiswa diberi batas maksimal ketidakhadiran dan nilai minimal agar tidak mengulang mata kuliah yang sama di semester depan. Ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh mahasiswa baru soal sistem dan komponen penting dalam penilaian yang diterapkan di bangku kuliah

    Dalam sistem penilaian terhadap mahasiswa ini ada beberapa komponen yang menjadi titik utama dan saling berkaitan tentunya. Seperti Indeks Prestasi (IP), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Satuan Kredit Semester (SKS), dan Mutu.

    IP merupakan nilai rata-rata mahasiswa selama satu semester. Nilai IP diperoleh dengan menghitung jumlah mutu yang kemudian dibagi dengan total SKS. Sedang IPK merupakan akumulasi nilai semasa perkuliahan. Untuk cara menghitungnya sama dengan IP namun IPK merupakan hasil keseluruhan akumulasi semasa perkuliahan atau dari seluruh semester.

    ADVERTISEMENT

    Selain karena memengaruhi IPK, IP juga penting karena menentukan jumlah mata kuliah yang dapat diambil di semester berikutnya. Semakin tinggi IP, maka semakin banyak SKS yang bisa diambil di semester berikutnya.

    Dalam sistem penilaian di bangku kuliah, ada juga yang namanya SKS. SKS ini menunjukkan besarnya beban studi mahasiswa. Lewat jumlah SKS tiap mata kuliah yang diambil, kita bisa mengetahui mata kuliah tersebut memiliki beban yang besar atau tidak. Jika beban mata kuliah tersebut besar, maka jumlah SKS juga akan banyak.

    Jumlah SKS ini juga menentukan durasi perkuliahan. Semakin banyak jumlah SKS mata kuliah maka akan semakin banyak jadwal dari mata kuliah tersebut dalam seminggu. Jika dihitung, 1 SKS berarti 1 jam kegiatan belajar mengajar per minggu, termasuk istirahat 5-10 menit di dalamnya. Maka dalam seminggu, mata kuliah tersebut akan sering ditemui untuk menghabiskan SKS yang ada.

    Selain IP, IPK dan SKS, dalam sistem penilaian di bangku kuliah juga ada dikenal dengan Mutu. Mutu ini merupakan nilai yang dikalikan dengan SKS. Mutu ini nantinya akan digunakan dalam perhitungan IP dengan membagi total jumlah Mutu dengan total jumlah SKS yang diambil. Oleh karena itu, mutu atau nilai ini berperan dalam penentuan kemampuan dalam menjalani jumlah SKS yang diambil selama satu semester.

    Saat berkuliah, IP dan IPK memang menjadi hal yang sangat penting dalam kelancaran perkuliahan. Sebab di universitas mana pun tentu nilai akademis juga sangat berpengaruh. Tetapi dua hal tersebut bukanlah yang utama, sebab skill akademis dan non akademis juga harus seimbang. Keduanya patut menjadi sorotan atau prioritas semasa perkuliahan nanti.

    TEGUH ARIF ROMADHON

    Baca: Putri Buruh Tani Ini Lulus Sarjana dengan IPK Hampir 4


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.