Lonjakan Covid-19 DIY: 4 Klaster Merebak di Satu Kecamatan Ini

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rambu peringatan kewaspadaan untuk pencegahan penularan Covid-19  di Pantai Kukup Gunungkidul. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Rambu peringatan kewaspadaan untuk pencegahan penularan Covid-19 di Pantai Kukup Gunungkidul. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meluas hari ini, Rabu 16 Juni 2021. Tercatat, sebanyak empat klaster sekaligus menerjang di Kecamatan Nglipar.

    Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menerangkan, klaster di Kecamatan Nglipar itu berasal dari empat aktivitas masyarakat. Pertama, aktivitas jagong warga atau menghadiri acara pernikahan ke luar daerah. Aktivitas ini diketahui telah berujung delapan warga positif Covid-19.

    Aktivitas kedua dari pabrik sarung tangan. Sebanyak 10 orang sejauh ini telah terkonfirmasi terinfeksi virus corona dari sana. Ketiga, aktivitas sebuah sekolah dasar yang membuat delapan orang positif dan terakhir, satu klaster lagi di sebuah dusun yang menyebabkan 29 warga terpapar.

    Dewi mengungkapkan, sejak Senin 14 Juni 2021, kasus Covid-19 di Gunungkidul terus melambung dengan rekor baru di atas 100 kasus per hari. "Hingga Rabu ini masih terjadi penambahan kasus baru sebanyak 104 kasus sehingga total kasus terkonfirmasi sebanyak 3.965 di mana 3.039 sembuh, 745 masih dalam perawatan dan 181 meninggal dunia," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Terpisah, Pemda DIY mengumumkan hingga awal pekan ini ketersediaan ranjang pasien Covid-19 di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) untuk isolasi juga semakin menjauhi ambang batas aman 70 persen, yakni 75 persen. Sedangkan BOR ICU sudah sebesar 58,3 persen.

    Baca juga:
    Tips dari Para Ahli Agar Tidak Tertular Covid-19 Varian Baru


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.