Top 3 Tekno Berita Kemarin: Covid-19 DIY, Efek Vaksinasi, Arah Terbit Matahari

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi virus corona atau Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Sabtu 19 Juni 2021, dimulai dari artikel berisi pernyataan Sultan Hamengku Buwono X tentang pelaksanaan karantina mandiri Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dia menginstruksikan tambahan fasilitas yang bisa menampung tiga ribu orang.

    Artikel kedua masih dari video viral matahari terbit dari utara. Kali ini komentar dan penjelasan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG. Adapun sumbernya sama, yakni video yang dibuat dari Jeneponto, Sulawesi Selatan.

    Slot terakhir diisi artikel dari Inggris yang memaparkan survei efektivitas vaksinasi Covid-19 dalam menghadang infeksi virus, bahkan virus yang varian baru. Mereka yang sudah divaksin memang masih mungkin terinfeksi, tapi peluangnya bergejala lebih kecil daripada yang belum divaksin.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Sabtu 19 Juni 2021, selengkapnya,

    ADVERTISEMENT

      

    1. Sultan Larang Karantina Mandiri Covid-19 Jika Rumah Tanpa Kamar Mandi

    Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X meminta langkah karantina mandiri bagi warga benar-benar diperketat pengawasannya dengan situasi Covid-19 yang kian genting saat ini.

    Sultan pesimistis karantina mandiri akan menyelesaikan masalah jika sarana dan fasilitasnya tak memadai. Ia pun menginstruksikan kabupaten/kota se-DIY menyiapkan lokasi karantina yang setidaknya bisa menampung 3.000 orang lagi.

    “Kabupaten/kota yang harus menyiapkan lokasi karantina tambahan. Warga tidak boleh melakukan karantina mandiri di rumah kalau rumah itu tak ada kamar mandinya,” kata Sultan, Jumat, 18 Juni 2021.

    2. Video Viral Matahari Terbit dari Utara, BMKG: Sedih

    Video guru di sebuah sekolah di Jeneponto, Sulawesi Selatan, menunjukkan keanehan matahari terbit dari utara dan viral di media sosial mengundang perhatian dari banyak kalangan. Sebagian menyesalkannya karena peristiwa dikaitkan dengan isyarat kiamat.

    Komentar penyesalan datang di antaranya dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG. Dijelaskan bahwa peristiwa terbit agak ke utara disebabkan gerak semu matahari--materi yang dianggap sudah diajarkan di bangku sekolah.

    "Sedih, hal seperti ini sampai viral, sampai-sampai nyinggung kiamat segala," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami di  BMKG, Daryono, lewat akun media sosialnya, Jumat 18 Juni 2021. 

    3. Begini Peluang Terinfeksi Usai Vaksinasi Covid-19 Hasil Survei di Inggris

    Peluang terinfeksi Covid-19 berkurang tajam pada jarak 21 hari setelah vaksinasi suntikan yang pertama. Sekalipun masih tertular, peluang infeksinya bergejala juga lebih kecil pada orang-orang yang telah divaksin ketimbang pada mereka yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.

    Hasil analisis terbaru ini dirilis di Inggris oleh UK Office for National Statistics (ONS). Mereka berlandaskan sampel orang dewasa penerima vaksin Covid-19 hingga periode 31 Mei 2021.

    Kantor Statistik itu menduga masih adanya peningkatan risiko terinfeksi pada hari-hari setelah suntikan vaksin dosis pertama, yang memuncak sekitar hari ke-16. Setelahnya, risiko berkurang tajam hingga sekitar satu bulan berselang dari suntikan itu, dan setelahnya lagi pengurangan risiko melandai namun stabil.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.