Kata WHO Soal Ivermectin dan Obat Covid-19, Simak Daftar Rekomendasi Terkini

Ilustrasi obat. TEMPO/Mahanizar Djohan

TEMPO.CO, Jakarta - Ramai obat cacing Ivermectin yang ingin digunakan untuk pasien Covid-19. Sayangnya, keinginan itu masih terbentur izin karena pertimbangan khasiat dan efek sampingnya yang belum melewati uji klinis.  

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM menegaskan belum memberikan izin edar Ivermectin sebagai obat Covid-19. Selain produksinya untuk pengobatan pada manusia yang masih baru, rujukannya adalah juga Badan Kesehatan Dunia atau WHO. 

Pada 31 Maret 2021, WHO memang mengumumkan, tidak merekomendasikan memberikan Ivermectin kepada pasien Covid-19, kecuali dalam konteks riset uji klinis. Itu adalah rekomendasi terbaru dari Badan Kesehatan Dunia yang bermarkas di Jenewa, Swiss, tersebut. Belum ada perubahan hingga artikel ini dibuat.

Soal Ivermectin menambah daftar rekomendasi sebelumnya yang dibuat WHO, seperti dukungan kuat untuk penggunaan systemic cortcosteroids hanya pada pasien berat Covid-19 dan kritis--bukan untuk pasien yang tanpa gejala. Juga rekomendasi untuk tidak sembarang menggunakan remdesivir untuk pasien yang menjalani rawat inap. 

Lainnya adalah rekomendasi kuat untuk tidak memberikan hydroxychloroquine pada pasien segala gejala, dan juga tidak memberikan antivirus lopinavir/ritonavir pada pasien dengan berbagai tingkat gejala. 

Menurut pakar dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Tjandra Yoga Aditama, panel ahli WHO sudah menganalisa untuk semua rekomendasi tersebut. Termasuk, untuk Ivermectin.

"Apakah ada bukti ilmiah Ivermectin bisa menurunkan kematian, mempengaruhi angka penggunaan ventilasi mekanik, perlu tidaknya dirawat di rumah sakit, dan waktu penyembuhan penyakit," kata Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2020 itu saat dihubungi, Rabu malam 23 Juni 2021.

Ivermectin. Kredit: Brazilian Report

Hasil analisa tersebut, kata Tjandra, menunjukkan kejelasan yang masih sangat rendah karena keterbatasan metodologi penelitian, jumlah sampel dan kejadian yang dianalisa. Panel ahli menyimpulkan bahwa bukti ilmiah tentang penggunaan Ivermectin untuk pengobatan pasien Covid-19 masih inconclusive.

“Sehingga sampai ada data lain yang lebih memadai, maka WHO hanya merekomendasi penggunaannya pada kerangka uji klinis,” tutur Tjandra sambil juga menambahkan, "Tapi bukan tidak mungkin di waktu mendatang dapat saja ada perbedaan rekomendasi atau pernyataan sesuai perkembangan ilmu yang ada."






Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

3 jam lalu

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Kementerian Dalam Negeri RI berharapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini


Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

1 hari lalu

Ancaman Ketahanan Pangan Meningkat di Perkotaan Akibat Percepatan Urbanisasi di Asia-Pasifik

Ketahanan pangan mengancam masa depan di perkotaan telah terjadi saat ini akibat pertumbuhan urbanisasi signifikan di Asia-Pasifik. Ini penjelasannya.


Polda Metro Jaya Sita Ratusan Ribu Obat Palsu dan Ilegal, Sebelas Orang Ditangkap

1 hari lalu

Polda Metro Jaya Sita Ratusan Ribu Obat Palsu dan Ilegal, Sebelas Orang Ditangkap

Polisi menyita 430 ribu butir obat palsu dan ilegal dari tangan para tersangka


10 Kanker Paling Mematikan Versi WHO, Tidak Disebut Kanker Payudara

4 hari lalu

10 Kanker Paling Mematikan Versi WHO, Tidak Disebut Kanker Payudara

Kanker merupakan salah satu penyakit yang berbahaya bagi manusia. Berikut 10 kanker paling mematikan versi WHO, tidak terdapat kanker payudara.


Ahli Ingatkan Bahaya Pakai Bahan Daur Ulang Cacahan Polikarbonat untuk Kemasan Air Minum

8 hari lalu

Ahli Ingatkan Bahaya Pakai Bahan Daur Ulang Cacahan Polikarbonat untuk Kemasan Air Minum

Berikut runutan peristiwa bagaimana bahan polikarbonat diolah menjadi kemasan dan pada titik mana berpotensi membahayakan kesehatan karena terjadi lepasan BPA.


Jamin Kulineran Aman, Pasar Tradisional Yogyakarta Dilengkapi Laboratorium Mini

10 hari lalu

Jamin Kulineran Aman, Pasar Tradisional Yogyakarta Dilengkapi Laboratorium Mini

Keamanan pangan jadi satu hal serius menimbang Kota Yogyakarta merupakan destinasi prioritas wisatawan nusantara.


Dokter China Diimbau Tak Sebut Covid sebagai Penyebab Kematian

11 hari lalu

Dokter China Diimbau Tak Sebut Covid sebagai Penyebab Kematian

Dokter di China diimbau untuk tidak menulis kegagalan pernapasan akibat Covid pada surat kerterangan kematian pasien.


BPOM, GAPMMI dan Mayora Berkolaborasi, Hadirkan Edukasi Pengawasan Produk

11 hari lalu

BPOM, GAPMMI dan Mayora Berkolaborasi, Hadirkan Edukasi Pengawasan Produk

Expo bertujuan untuk mengajak generasi muda melek wawasan mengenai pengawasan obat dan makanan


WHO Imbau China Pantau Kematian akibat Covid-19 yang Membeludak

11 hari lalu

WHO Imbau China Pantau Kematian akibat Covid-19 yang Membeludak

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar China memantau kematian berlebih akibat Covid-19.


China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

12 hari lalu

China Akhirnya Jujur Soal Data Covid-19 ke WHO, Jumlah Kematian Tembus 60 Ribu

China buka-bukaan soal data Covid-19 ke WHO. Sejak kebijakan nol-Covid dicabut pada Desember lalu, kasus Corona di China melonjak tajam.