Ericsson: Teknologi 5G Akan Diadopsi Paling Cepat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi 5G (Antaranews/ Pixabay)

    Ilustrasi 5G (Antaranews/ Pixabay)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan telekomunikasi Ericsson memperkirakan jumlah pelanggan seluler 5G akan melebihi 580 juta pada akhir 2021. Dalam Ericsson Report edisi ke-20, disebutkan bahwa jumlah itu didorong oleh sekitar satu juta pelanggan seluler 5G baru setiap hari.

    Country Head Ericsson Indonesia, Jerry Soper, mengatakan teknologi 5G akan menjadi generasi seluler yang diadopsi paling cepat. “Pada akhir 2026 jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai sekitar 3,5 miliar dan cakupan populasi 5G akan mencapai 60 persen,” ujar dia dalam acara virtual, Kamis, 14 Juni 2021.

    Namun, kecepatan adopsi tersebut sangat bervariasi berdasarkan wilayah. Eropa memulai lebih lambat dan terus tertinggal jauh di belakang pasar Cina, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council, GCC) dalam hal kecepatan penerapan 5G.

    Jumlah pelanggan 5G diharapkan akan melampaui 1 miliar dua tahun lebih cepat dibandingkan 4G LTE untuk pencapaian yang sama. Faktor utama di balik hal ini adalah komitmen awal Cina terkait 5G dan kenyataan bahwa peralatan 5G komersial tersedia lebih awal dan semakin terjangkau.

    “Lebih dari 300 model smartphone 5G telah diumumkan atau diluncurkan secara komersial,” tutur Soper.

    Wilayah Asia Timur Laut diperkirakan akan memiliki jumlah langganan 5G terbesar pada 2026, dengan sekitar 1,4 miliar langganan 5G. Sementara itu, tingkat penetrasi langganan 5G di Amerika Utara dan GCC diperkirakan mencapai angka tertinggi, dengan pelanggan seluler 5G masing-masing menyumbang 84 persen dan 73 persen dari total angka langganan wilayah.

    Jumlah pelanggan mobile di kawasan Asia Tenggara dan Oseania kini telah melampaui 1,1 miliar, dengan jumlah langganan 5G hanya berada di bawah angka dua juta. Langganan 5G diperkirakan akan tumbuh kuat selama beberapa tahun ke depan dengan perkiraan total sekitar 400 juta pada tahun 2026. 

    Wilayah Asia Tenggara dan Oseania akan mengalami trafik data per smartphone tumbuh pada tingkat tercepat secara global, 39 GB/bulan pada tahun 2026—dengan tingkat pertumbuhan rata-rata per tahun (Compound Annual Growth Rate, CAGR) 36 persen.

    Seiring dengan itu, total trafik data seluler pun akan mengalami pertumbuhan, dengan CAGR 42 persen, mencapai 39 GB/bulan yang didorong oleh pertumbuhan langganan 4G, “Dan penerapan 5G di berbagai pasar di mana teknologi generasi kelima telah diluncurkan,” kata Soper.

    Baca:
    Smartfren Uji Jaringan 5G Tahap Dua, Ini Hasilnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.