Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Israel Wajibkan Masker, Ikan Nabire, GeNose

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penonton memakai masker dan mendengarkan musik setelah mereka harus menunjukkan

    Penonton memakai masker dan mendengarkan musik setelah mereka harus menunjukkan "Paspor Hijau", izin untuk mereka yang divaksinasi penyakit virus corona (COVID-19) atau mereka yang diduga memiliki kekebalan, untuk mengikuti pertunjukan langsung oleh penyanyi Israel Nurit Galron, di Taman Yarkon, di Tel Aviv, Israel 24 Februari 2021. [REUTERS / Amir Cohen]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita hari ini dimulai dari topik tentang Israel kembali berlakukan aturan yang mewajibkan warganya memakai masker pada akhir pekan lalu. Kewajiban itu kembali hanya berselang sepuluh hari setelah dihapus. Gara-garanya, jumlah kasus baru penularan Covid-19 yang langsung menanjak lagi sepanjang pekan lalu dan bahkan mencapai yang tertinggi sepanjang dua bulan ke belakang pada Kamis, 24 Juni 2021.

    Berita terpopuler selanjutnya tentang pulau-pulau kecil di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, memiliki ikan unik. Masyarakat Pulau Mambor menyebutnya ikan pasir karena suka bersembunyi dengan cara membenamkan diri di dalam pasir ketika merasa terancam.

    Selain itu, akurasi alat deteksi Covid-19 temuan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, GeNose, belakangan ramai disorot kembali setelah lonjakan kasus meningkat tajam. Salah satu sorotan datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang meminta agar penggunaan GeNose sebagai syarat perjalanan seperti kereta api dihapus karena alat itu disinyalir memiliki akurasi rendah dan memunculkan status 'negatif palsu'.

    Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno.

    1. Lepas Masker Bikin Jumlah Kasus Melejit Lagi, Israel: Varian Delta

    Israel kembali berlakukan aturan yang mewajibkan warganya memakai masker pada akhir pekan lalu. Kewajiban itu kembali hanya berselang sepuluh hari setelah dihapus. Gara-garanya, jumlah kasus baru penularan Covid-19 yang langsung menanjak lagi sepanjang pekan lalu dan bahkan mencapai yang tertinggi sepanjang dua bulan ke belakang pada Kamis, 24 Juni 2021.

    Lonjakan kasus terkini telah memukul Israel yang selama ini mengkampanyekan diri sebagai negara pelaksana program vaksinasi paling sukses. Per pekan lalu otoritas kesehatan di negara itu mendata telah memberikan vaksin Covid-19 dosis lengkap kepada 5,2 juta dari total 9 juta warganya. Vaksin yang digunakan adalah yang dikembangkan Pfizer/BioNTech.

    Kepala Gugus Tugas Penanganan Pandemi Covid-19 Israel, Nachman Ash, mengungkapkan kalau peningkatan penambahan kasus baru terjadi empat hari berturut-turut hingga Kamis lalu. Penambahan kasus sebanyak lebih dari 100 per hari dan puncaknya pada Kamis lalu yang sebesar 227 kasus. Ini terjadi tak lama setelah kebijakan lepas masker diumumkan per 15 Juni lalu, karena keyakinan wabah telah berhasil dikendalikan.

    2. Keunikan Ikan Nabire Papua: Sembunyi di Dalam Pasir dan Mitos Menikah

    Pulau-pulau kecil di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, memiliki ikan unik. Masyarakat Pulau Mambor menyebutnya ikan pasir karena suka bersembunyi dengan cara membenamkan diri di dalam pasir ketika merasa terancam.

    Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto, mengatakan dalam bahasa Mambor ikan pasir disebut ikan tatu. “Ikan ini sebenarnya adalah ikan subtropis, dalam bahasa Inggris disebut Pearly Razorfish, nama ilmiahnya Xyrichtys Novacula,” ujar dia saat dihubungi, Minggu, 27 Juni 2021.

    Xyrichtys berasal dari bahasa Yunani xyreo, berarti yang memotong seperti pisau, sedang ichthys artinya ikan. Sementara Novacula merupakan nama khusus yang berarti 'pisau cukur', mengacu pada bagian depan kepala membentuk ujung yang tajam.

    Ikan ini hidup di laut yang terdapat karang berpasir dengan kedalaman satu hingga 90 meter. Ikan pasir ini juga merupakan penghuni daerah dangkal yang jernih dengan dasar berpasir, biasanya di sekitar padang lamun dan karang.

    3. GeNose Ditolak YLKI, Peneliti: Lampaui Positivity Rate WHO

    Akurasi alat deteksi Covid-19 temuan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, GeNose, belakangan ramai disorot kembali setelah lonjakan kasus meningkat tajam.

    Salah satu sorotan datang dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang meminta agar penggunaan GeNose sebagai syarat perjalanan seperti kereta api dihapus karena alat itu disinyalir memiliki akurasi rendah dan memunculkan status 'negatif palsu'.

    Peneliti virus yang juga juru bicara GeNose UGM, Mohamad Saifudin Hakim mengatakan bahwa alat deteksi Covid-19 berbasis embusan napas itu selama ini berfungsi mencegah penularan Covid-19. Simak Top 3 Tekno Berita Hari Ini lainnya di Tempo.co.

    Baca:
    Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Vaksin untuk Varian Delta dan Kappa, Ivermectin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.