Perkuat Imun Hadapi Covid-19, Begini Sambiloto Teruji Klinis di Thailand

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi tanaman sambiloto. Foto: Wikipedia

    Ilustrasi tanaman sambiloto. Foto: Wikipedia

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekstrak sambiloto atau Andrographis paniculata kini telah digunakan sebagai terapi komplementer untuk pasien Covid-19 gejala ringan di lima rumah sakit milik pemerintah di Thailand. Sambiloto adalah termasuk herbal asli Indonesia yang telah lama diketahui memiliki khasiat sebagai imunomodulator (stimulasi imun sekaligus antiradang) dan antivirus.

    Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia, Inggrid Tania, mengungkap itu lewat keterangan tertulis yang dibagikannya kepada TEMPO.CO. "Pemerintah Thailand setuju penggunaan ekstrak sambiloto karena bermanfaat menurunkan tingkat keparahan wabah (Covid-19) dan memotong biaya pengobatan," katanya pada akhir pekan lalu .

    Menurut Inggrid, hasil-hasil penelitian praklinis dari sambiloto sejalan dengan uji klinis khasiat dan keamanannya yang telah dilakukan terhadap pasien Covid-19 gejala ringan tersebut. Uji klinis yang merupakan penelitian awal di Thailand disebutnya memberi bukti kalau sambiloto aman dikonsumsi dan efektif memperbaiki kondisi pasien yang telah terkonfirmasi positif Covid-19 melalui uji PCR.

    "Perbaikan terjadi dalam 3 hari intervensi tanpa efek samping jika sambiloto dikonsumsi pasien dalam 72 jam setelah timbul gejala," katanya mengutip hasil pilot study di Thailand.

    Sedang uji di laboratorium menunjukkan senyawa aktif sambiloto terutama andrographolidae dapat berikatan dengan protein SARS-CoV-2. Melalui serangkaian mekanisme, senyawa mampu menghambat replikasi virus itu dan mengurangi dampak peradangan.

    Seorang petugas kesehatan menerima vaksin penyakit virus corona Sinovac (COVID-19) di rumah sakit Samut Sakhon di provinsi Samut Sakhon, Thailand, 28 Februari 2021. [REUTERS / Athit Perawongmetha]

    Itu sebabnya Inggrid merekomendasikan ekstrak sambiloto yang diproduksi di Indonesia bisa dikonsumsi mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Terutama saat jumlah kasus baru infeksi Covid-19 yang sedang melonjak saat ini. Dosisnya, 2x2 kapsul atau 3x1 kapsul untuk tujuan pencegahan Covid-19. "Dosis 3x2, terutama 5x2 kapsul, untuk terapi komplementer," katanya.

    Pada orang dengan gangguan fungsi hati atau ginjal, Inggrid menambahkan, perlu ada penyesuaian dosis secara individual. Rekomendasi tak diberikannya kepada orang dengan autoimun, ibu hamil dan menyusui. Pasien yang mengkonsumsi obat penurun gula darah dan/atau tekanan darah juga dimintanya berhati-hati karena sambiloto bersifat menurunkan gula dan tekanan darah.

    Lebih jauh Inggrid menjelaskan kalau eksrak sambiloto juga diuji klinis untuk pasien Covid-19 di Indonesia. Bedanya, esktrak dalam dosis kecil dan dikombinasikan bersama meniran, jahe merah dan sembung. Hasil uji klinis, sekalipun sudah selesai sejak akhir tahun lalu, masih menunggu evaluasi oleh BPOM yang hingga aritkel ini dibuat masih ditunggu Inggrid dkk.

    Baca juga:
    Uji Klinis Imunomodulator Herbal untuk Pasien Covid-19 Sudah Rampung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.