Yogya Pesan Tenda Darurat ke BNPB, Covid-19 Aktif Menuju 10 Ribu

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas medis terlihat di tenda darurat yang dijadikan IGD  di RSUD Bekasi, Jumat, 25 Juni 2021. Tenda tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pasien Covid-19 dan non Covid-19, melalui hasil tes PCR. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah petugas medis terlihat di tenda darurat yang dijadikan IGD di RSUD Bekasi, Jumat, 25 Juni 2021. Tenda tersebut digunakan untuk mengidentifikasi pasien Covid-19 dan non Covid-19, melalui hasil tes PCR. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Pemda DIY kini memesan sejumlah tenda darurat ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyusul kian melonjaknya kasus baru Covid-19 di wilayah itu.

    Tenda-tenda tersebut akan ditempatkan di rumah sakit hingga shelter-shleter isolasi. "Kami siapkan tenda tambahan dari BNPB dan juga ranjang yang nanti kami pasang di rumah sakit-rumah sakit yang ada," ujar Aji, Selasa, 29 Juni 2021.

    Aji mengatakan rumah sakit di kabupaten/kota se-DIY juga telah diminta memaksimalkan ranjang dengan cara mengalihkan ranjang reguler yang tidak digunakan sebagai perawatan pasien Covid-19.

    Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY Yuli Kusumastuti mengatakan pertumbuhan kasus di DIY selama dua pekan terakhir tidak seimbang dengan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit. “Rumah sakit memiliki keterbatasan baik kapasitas tempat tidurnya maupun sumber daya manusianya,” ungkap Yuli.

    Yuli mengungkap saat ini DIY memiliki rumah sakit rujukan Covid-19, satu rumah sakit lapangan, serta beberapa rumah sakit antara yang tersebar di lima kabupaten/kota. Namun, dengan adanya lonjakan kasus yang signifikan ini, tingkat BOR (Bed Occupancy Rate) di DIY terus mengalami peningkatan dan berdampak pada seluruh rumah sakit di DIY.

    Pada 29 Juni, data BOR Isolasi di DIY tercatat sudah 94,9 persen, BOR ICU 67,1 persen dan BOR secara keseluruhan 91,52 persen dari total 1257 ranjang tersedia.

    Yuli menyatakan bahwa hingga saat ini BOR di beberapa rumah sakit di DIY terus mengalami peningkatan. Tingkat keterisian tempat tidur untuk Covid-19 di RS Panti Rapih, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSUD Panembahan Senopati Bantul, RSUD Nyi Agung Serang Kulon Progo, dan RS Panti Rahayu Gunung Kidul telah mencapai 100 persen. Sementara tingkat BOR rumah sakit lainnya telah mendekati 90 persen.

    Yuli juga mengungkapkan bahwa perkembangan situasi di rumah sakit sangat fluktuatif, termasuk mengenai kondisi ketersediaan tempat tidur.

    Gugus Tugas Covid-19 DIY menyatakan pada Selasa kasus aktif Covid-19 di wilayah itu nyaris genap menembus 10 ribu kasus. "Kasus aktif Covid-19 di DIY hari ini tercatat sebanyak 9.856 kasus," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Selasa.

    Tingginya kasus aktif Covid-19 DIY itu di saat masih terjadinya penambahan kasus baru secara masif hari ini di DIY yakni di atas 800 kasus dalam sehari. "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini ada sebanyak 850 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 59.567 kasus di mana kasus sembuh sebanyak 48.182 kasus," kata Berty.

    Sedangkan penambahan kasus meninggal dunia akibat Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 18 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 1.529 kasus.

    Baca:
    Cerita Dosen Unair Dijemur 2 Jam Saat Penyekatan Jembatan Suramadu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.