Hadapi 15 Varian Sekaligus, Efikasi Vaksin Covid-19 CureVac Hanya 48 Persen

Reporter

Pegawai Philipp Hoffmann, dari perusahaan biofarmasi Jerman CureVac, menunjukkan alur kerja penelitian pada vaksin untuk penyakit virus Corona (COVID-19) di sebuah laboratorium di Tuebingen, Jerman, 12 Maret 2020. Foto diambil pada 12 Maret 2020. [REUTERS / Andreas Gebert]

TEMPO.CO, JakartaVaksin Covid-19 terbaru yang sedang dikembangkan perusahaan biofarmasi Jerman, CureVac, mengumumkan angka efikasi hasil uji klinis final di bawah ambang batas 50 persen. Padahal, harapan dilambungkan untuk kehadiran vaksin yang dikembangkan dengan teknik mRNA--sama seperti Pfizer dan Moderna yang terbukti memiliki efikasi tinggi--namun dengan metode penyimpanan yang jauh lebih mudah atau murah ini.

Hasil analisis final yang dilaporkan CureVac pada Rabu, 30 Juni 2021, mengungkap angka efikasi keseluruhan calon vaksin ini hanya 48 persen dalam mencegah para relawannya jatuh sakit dengan setidaknya satu gejala yang menyertai. Uji klinis CVnCoV, nama calon vaksin Covid-19 dari CureVac ini, melibatkan 40 ribu relawan di sepuluh negara di Eropa dan Amerika Latin.

CureVac berdalih angka efikasi yang tidak diduga itu disebabkan Covid-19 yang mereka hadapi berasal dari infeksi beragam varian virus yang baru. Dari 228 kasus positif Covid-19 di ujung riset, terdiri dari 83 penerima dua dosis vaksin yang diuji dan 145 penerima plasebo, tim peneliti melakukan genome sequencing pada sampel 204 kasus di antaranya.

Hasilnya menunjukkan 51 persen kasus menguak keberadaan varian baru SARS-CoV-2 dari Variant of Concern (Alpha, Beta, Gamma, dan Delta) dan 35 persen yang termasuk Variant of Interest. Termasuk dalam kelompok yang kedua adalah varian Lambda yang pertama diidentifikasi di Peru (21 persen), dan B.1.621 yang pertama ditemukan di Kolombia (14 persen).

Sisanya, sebesar 14 persen, diperkirakan berasal dari infeksi virus corona Covid-19 varian awal pandemi (hanya 3 persen). Sebesar 11 persen disebabkan varian SARS-CoV-2 yang belum dikenal.

Hasil uji klinis menunjukkan dua dosis vaksin ini tak mampu memberi efek signifikan terhadap responden yang berusia lebih dari 60 tahun atau lansia. Kelompok usia ini menyusun sembilan persen dari total relawan. Tapi, calon vaksin disebut mampu memberi perlindungan penuh dari kematian dan 77 persen dari gejala sedang hingga parah di kelompok usia 18-60 tahun.

Angka efikasi keseluruhan untuk segala tingkat gejala dari infeksi seluruh 15 varian virus yang teridentifikasi dalam kelompok relawan usia 18-60 tahun itu sebesar 53 persen. "Sebuah profil efikasi yang kami percayai akan menjadi kontribusi penting untuk membantu mengendalikan pandemi Covid-19 dan penyebaran varian virusnya yang dinamis," kata Franz-Werner Haas, Chief Executive Officer CureVac.

Menurut Haas, data-data tersebut telah dikomunikasikan kepada Badan Obat-obatan Eropa (EMA). Seperti diketahui Komisi Eropa telah memesan 225 juta dosis vaksin ini di awal uji klinis dilakukan, dengan opsi menambah lagi 180 juta dosis tambahan.

ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

Haas menyatakan pemesanan bisa berlanjut karena CVnCoV sangat bermanfaat untuk diberikan kepada kelompok usia 18-60 tahun. Namun, sejumlah ahli lain berpandangan CureVac tak akan mudah memasarkannya. Pertama karena tingkat efikasi keseluruhan yang berada di bawah ambang yang ditetapkan WHO untuk bisa diberikan izin penggunaan darurat. Kedua, vaksin Covid-19 lain memiliki efikasi lebih tinggi.

"Vaksin Covid-19 yang kurang sempurna masih tetap bisa memberi dampak besar asalkan bisa didistribusi secara luas. Tapi, untuk vaksin mRNA, performa ini (CureVac) berada di bawah vaksin yang lain," kata Naor Bar-Zeev, associate professor di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.

CUREVAC | WASHINGTON POST 

Baca juga:
Vaksin Covid-19 Gagal di Uji Klinis Awal, Merck Lempar Handuk






Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

3 hari lalu

Vaksin Booster Kedua untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sudah Tersedia di Puskesmas Jakarta Barat

Pemerintah Kota Jakarta Barat memastikan vaksin booster untuk lansia 60 tahun ke atas sudah tersedia di Pusat Kesehatan Masyarakat.


Pelayanan Vaksinasi Booster Kedua khusus Lansia di Jakarta hingga 31 Desember 2022

4 hari lalu

Pelayanan Vaksinasi Booster Kedua khusus Lansia di Jakarta hingga 31 Desember 2022

Lansia yang sudah memiliki tiket empat di aplikasi PeduliLindungi, bisa mendatangi lokasi vaksinasi booster.


Jokowi Disuntik Booster Indovac, Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri

5 hari lalu

Jokowi Disuntik Booster Indovac, Vaksin Covid-19 Buatan Dalam Negeri

Presiden Jokowi mengatakan vaksinasi booster kedua yang diterimanya hari ini berjenis Indovac. Vaksin tersebut merupakan buatan PT Bio Farma (Persero).


Kemenkes Berikan Lampu Hijau Vaksin Booster Kedua Untuk Lansia

6 hari lalu

Kemenkes Berikan Lampu Hijau Vaksin Booster Kedua Untuk Lansia

Kemenkes memberikan lampu hijau untuk pemberian vaksin booster kedua kepada Lansia.


Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Covid-19 agar Masyarakat Bebas Beraktivitas

6 hari lalu

Tingkatkan Cakupan Vaksinasi Covid-19 agar Masyarakat Bebas Beraktivitas

Epidemiolog mengusulkan tak ada pembatasan kegiatan masyarakat asalkan cakupan vaksinasi COVID-19, termasuk dosis ketiga atau booster, ditingkatkan.


Laboratorium Ini Undang Pelatihan Uji Virus Covid-19 pada Hewan Coba

7 hari lalu

Laboratorium Ini Undang Pelatihan Uji Virus Covid-19 pada Hewan Coba

Diakui, pelatihan infeksi dan pengujian virus Covid-19 ini adalah yang pertama di Indonesia.


20 Tahun Temuan Virus SARS di Guangzhou Cina: Jejak Penyebaran dan Sindrom Mirip Covid

11 hari lalu

20 Tahun Temuan Virus SARS di Guangzhou Cina: Jejak Penyebaran dan Sindrom Mirip Covid

Penyakit virus SARS pertama kali muncul di Cina Selatan pada November 2002 dan menyebar ke lebih dari 24 negara di Asia, Eropa, Amerika Utara.


Novak Djokovic Dapat Visa Sementara dari Australia

12 hari lalu

Novak Djokovic Dapat Visa Sementara dari Australia

Petenis Novak Djokovic senang karena sudah mendapatkan izin untuk memasuki Australia.


Kasus Covid-19 Naik Lagi, Kemenkes Siap Genjot Vaksinasi Booster

16 hari lalu

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Kemenkes Siap Genjot Vaksinasi Booster

Pemerintah pusat akan menyerahkan sepenuhnya kepada daerah soal mekanisme pelaksanan vaksinasi booster tersebut


Uni Eropa Izinkan Pemberian Vaksin Booster pada Anak 5 Tahun

18 hari lalu

Uni Eropa Izinkan Pemberian Vaksin Booster pada Anak 5 Tahun

Pfizer Inc dan BioNTech mengumumkan kalau regulator di Uni Eropa telah merekomendasikan penggunaan vaksin bivalen Covid-19 sebagai vaksin booster