Alasan ITB Berikan Doktor HC ke Sam Bimbo, Nyoman Nuarta, Bambang Brodjonegoro

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA

    Ilustrasi kampus ITB (Institut Teknologi Bandung). FOTO/ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa (HC) kepada musisi Sam Bimbo, Nyoman Nuarta, dan Bambang Brodjonegoro. Pemberian anugerah secara daring itu di acara Sidang Terbuka Peringatan 101 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia (PTTI), Sabtu, 3 Juli 2021 di Aula Barat ITB.

    Anugerah Doktor HC diberikan ITB kepada musisi Raden Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah atau Sam Bimbo dalam bidang Seni dan Religiusitas. Lulusan Seni Lukis ITB 1968 itu dinilai memiliki prestasi dan reputasi tinggi dalam pengembangan karya seni lukis dan seni musik melalui pendekatan berbasis religi.

    Ketua Tim Promotor Setiawan Sabana, mengatakan karya nyata Sam Bimbo mengandung nilai inovatif. “Terbukti dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, perkembangan nilai keagamaan, kebudayaan bangsa dan kemanusiaan; ilmu pengetahuan, teknologi dan seni,” kata lewat siaran pers ITB, Sabtu. Tim promotornya terdiri dari Dody Abdasah, M. Salman, Yasraf Amir Piliang, Imam Santosa, dan Tisna Sanjaya.

    Adapun seniman lain, yaitu pematung Nyoman Nuarta, menerima gelar Doktor HC sebagai tokoh Culturepreneur dalam Bidang Ilmu Seni Rupa atas inovasi yang telah dilakukan dalam pengembangan seni patungnya, antara lain pendekatan baru dalam bahasa bentuk realis-figuratif. 

    Berbagai kepeloporan Nyoman Nuarta dinilai telah menginspirasi dan mendorong semangat entrepreneurship seni guna menjadi penggerak dalam mencapai kemandirian ekonomi Indonesia. Karya monumentalnya adalah patung Garuda Wisnu Kencana.

    Ketua Tim Promotor Setiawan Sabana mengatakan, pemikiran Nyoman Nuarta dan  pengembangan konsep-konsepnya yang orisinil serta mendasar terbukti bermanfaat bagi masyarakat, perkembangan kebudayaan bangsa dan kemanusiaan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni. “Nyoman Nuarta telah membuat ITB semakin bangga akan kekuatan keberagaman para alumni ITB dalam menjaga dan membesarkan kehormatan ITB,” katanya.

    Tim promotor pemberian Gelar Kehormatan kepada Nyoman Nuarta adalah Widiadnyana Merati, mendiang Rochim Suratman, Yahdi Zaim, Dermawan Wibisono, Yannes Martinus Pasaribu, dan Andriyanto Rikrik Kumara.

    Sementara Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dianugerahi Doktor HC atas gagasan dan inovasinya yang dinilai mampu menunjukkan keilmuan Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Kota. Ketua Tim Promotor Tommy Firman mengatakan, Bambang Brodjonegoro telah mengabdikan karirnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan pengelolaan pembangunan serta berkontribusi signifikan. Tim promotor pemberian gelar Bambang Brodjonegoro adalah Indra Djati Sidi, Sudarso Kaderi Wiryono, dan Pradono.

    Baca:
    Bocah 13 Tahun Meninggal Saat Tidur Setelah Terima Vaksin Pfizer, CDC Selidiki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.