KLHK Selamatkan 597 Burung Dilindungi dari Perdagangan Ilegal, 3 Tersangka

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan bersama tersangka. Kredit: Antara/Balai Gakkum KLHK

    Tim Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan bersama tersangka. Kredit: Antara/Balai Gakkum KLHK

    TEMPO.CO, Balikpapan - Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Gakkum KLHK) Wilayah Kalimantan bekerja sama dengan aparat penegak hukum berhasil menyelamatkan 597 burung dilindungi yang akan diperjualbelikan dan dibawa ke luar Kalimantan secara ilegal. Aparat juga menangkap tiga orang dan menetapkannya sebagai tersangka.

    Burung berbagai jenis ini akan dikirim ke Surabaya dan Pare-pare dari Balikpapan dan Samarinda,” kata juru bicara Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balai Gakkum KLHK) Wilayah Kalimantan Annur Rahim, Sabtu, 3 Juli 2021.

    Menurut Annur, penyidik telah menetapkan S (42), Y (32) dan MN (37) sebagai tersangka. Penyidik juga menahan S di rumah tahanan Polda Kaltim di Balikpapan, dan menitipkan Y dan MN di tahanan Polrestabes Samarinda.

    Penyidik menjerat para tersangka dengan Pasal 21 Ayat 2 Huruf a Jo. Pasal 40 Ayat 2 Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pasal itu berisi ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

    Barang bukti 597 ekor burung diamankan di Kantor Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan di Samarinda dan Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III di Balikpapan.

    Dari catatan penyidik, burung-burung tersebut terdiri dari 222 ekor cucak ijo (Chloropsis sonnerati), 5 ekor serindit (Loriculus), 287 ekor jalak kerbau (Acridotheres javanicus), 13 ekor beo (Gracula religiosa), 17 ekor cililin (Platylophus coronatus), 32 ekor perkutut (Geopelia striata), 20 ekor lincang, dan 1 ekor kapas tembak. Burung jalak kerbau, misalnya, dilindungi dengan status rentan punah (vulnerable).

    Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja sama yang baik antara Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan, BKSDA Kalimantan Timur, Polda Kalimantan Timur, Polresta Samarinda, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan masyarakat.

    ANTARA

    Baca:
    Bocah 13 Tahun Meninggal Saat Tidur Setelah Terima Vaksin Pfizer, CDC Selidiki 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...