Penuhi Kebutuhan Ekspor, Bengkulu Kembangkan Porang Sebagai Tanaman Sela

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lahan budidaya porang milik petani di Lampung Selatan. ANTARA/HO

    Lahan budidaya porang milik petani di Lampung Selatan. ANTARA/HO

    TEMPO.CO, Bengkulu - Pemerintah Provinsi Bengkulu akan mengembangkan porang (amorphophallus muelleri) sebagai tanaman sela guna meningkatkan pendapatan petani sembari menunggu hasil panen dari tanaman utama.

    Kepala Dinas Tananam Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengatakan, pihaknya akan melakukan program demonstration plot (demplot) sebagai langkah awal pengembangan porang sebagai tanaman sela.

    Program demplot adalah metode penyuluhan langsung kepada petani dengan membuat lahan percontohan untuk mendorong produktivitas dan hasil pertanian, termasuk cara tanam dan penggunaan agar hasil panen menjadi maksimal.

    "Porang itu komoditas yang bagus untuk dikembangkan tetapi bisa memakan waktu cukup panjang, yaitu bisa satu sampai dua tahun. Jadi ini akan dikembangkan untuk tanaman sela," kata Ricky saat dihubungi di Bengkulu, Minggu, 4 Juli 2021.

    Tanaman sela adalah menanam tanaman lain di sela-sela tanaman pokok atau tanaman utama. Misalnya dengan pola budidaya padi, kedelai-padi, yang mana tanaman pokoknya adalah padi.

    Ricky menjelaskan alasan lainnya mengapa pihaknya mengembangkan porang ini sebagai tanaman sela dan bukan sebagai tanaman utama karena pasar penjualan tanaman berjenis umbi-umbian ini masih sangat terbatas.

    Saat ini penjualan porang baru sebatas untuk kebutuhan ekspor dan belum ada permintaan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga membuat harga jual menjadi sangat fluktuatif dan bergantung pada permintaan pasar internasional.

    "Porang ini bagus untuk tambahan penghasilan petani tetapi bukan untuk komoditi utama, jadi hanya sebagai sampingan karena ketika permintaan ekspor turun harganya juga jadi turun," kata Ricky pula.

    Saat ini, di beberapa daerah di Indonesia harga jual porang di tingkat petani berkisar Rp 10 ribu per kilogram. Selain karena harga jual yang tinggi, tanaman yang kini mulai banyak digemari petani ini tidak membutuhkan biaya perawatan yang terlalu besar.

    Porang banyak dicari karena memiliki banyak kegunaan, di antaranya untuk kebutuhan medis dan kebutuhan konsumsi, yaitu untuk diolah menjadi tepung.

    ANTARA

    Baca:
    Mengenal Madiun 1 Varietas Pertama Porang Asal Desa Klangon


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...