Mantan Dekan Fakultas Hukum Unpad Wafat, Pelepasan Berprotokol Covid-19

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prof. Dr. An An Chandrawulan, SH, LLM, mantan Dekan FH Unpad. Kredit: Youtube/Unpad

    Prof. Dr. An An Chandrawulan, SH, LLM, mantan Dekan FH Unpad. Kredit: Youtube/Unpad

    TEMPO.CO, Bandung - Mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), An An Chandrawulan, meninggal dunia, Sabtu, 10 Juli 2021, di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, pada pukul 03.15 WIB.

    Sebelum dimakamkan, Unpad akan menggelar acara pelepasan di kampus Unpad Jalan Dipatiukur. “Dengan protokol Covid-19 yang akan disiarkan secara daring,” kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad Dandi Supriadi, Sabtu.

    Jenazah rencananya akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga di Bandung. “Dalam waktu 10 hari kita kehilangan dua kolega,” kata seorang dosen Fakultas Hukum di acara pelepasan secara daring.

    Pimpinan dan segenap keluarga besar Universitas Padjadjaran juga para kolega menyatakan turut berduka cita atas wafatnya An An Chandrawulan. “Almarhum merupakan pribadi yang baik, sosok pekerja keras, dan banyak pemikirannya soal hukum,” kata Rektor Unpad Rina Indiastuti.

    Menjadi pengajar di Fakultas Hukum Unpad sejak 1987, An An Chandrawulan menjabat Dekan Fakultas Hukum Unpad periode 2016-2021. Guru Besar itu kini menjadi Kepala Departemen Hukum Bisnis Transnasional.

    Perempuan kelahiran Bandung 13 Januari 1960 itu lulusan S1 dan S3 dari Fakultas Hukum Unpad, sementara gelar S2 diraihnya di Katholike Universiteti Leuven, Belgia, pada 1995. Kiprahnya antara lain menjadi anggota tim di Badan Pembinaan Hukum Nasional dalam Rancangan Undang-Undang Hukum Kontrak.

    Baca:
    Semester Baru 2021, Mahasiswa ITB dan Unpad Bisa Kuliah Silang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.