Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Kalimantan, Relawan Mahasiswa untuk Covid-19

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar 1.500 pasien Covid-19 dan relawan tenaga kesehatan memainkan angklung di kompleks RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa sore, 23 Maret 2021. TEMPO/Lani Diana

    Tangkapan layar 1.500 pasien Covid-19 dan relawan tenaga kesehatan memainkan angklung di kompleks RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa sore, 23 Maret 2021. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 12 Juli 2021, diawali dari artikel penyebab gempa di Kalimantan pada Minggu malam sebagai yang terpopuler. Artikel mengutip keterangan BMKG mulau dari kekuatan, waktu, dampak hingga pusat gempa itu.

    Relawan mahasiswa untuk penanganan ledakan pasien Covid-19 menjadi terpopuler kedua. DIY membuka posko perekrutan mahasiswa program studi kesehatan tingkat akhir atau belum lulus setelah yang didapat dari tenaga fresh graduate tetap belum mencukupi untuk menambal jumlah tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

    Berita ketiga adalah jumlah kasus Covid-19 di DIY yang bertambah sebanyak 1.895 sepanjang Minggu 11 Juli 2021. Menurut Gugus Tugas Covid-19 DIY, jumlah penambahan itu adalah rekor tertinggi selama ini. 

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 12 Juli 2021, selengkapnya,

    1. Gempa di Kalimantan Minggu Malam Berpusat di Hutan, Ini Data BMKG

    Gempa tektonik bermagnituo 3,0 muncul di Kalimantan Barat. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat waktu kejadiannya pada Minggu malam, 11 Juli 2021, pukul 19.51.02 WIB.

    Menurut Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, guncangan gempa dirasakan di daerah Mandor Kiru, Kecamatan Jelimpo, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Getaran lindunya berskala intensitas II MMI.

    Peta pusat gempa kekuatan 3,0 M di Kalimantan Barat pada Minggu malam, 11 Juli 2021. Twitter/@bmkg

    Pada skala itu gempa dirasakan hanya oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Tidak ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hingga Senin pagi, pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat nihil aktivitas gempa susulan.

    2. Covid-19: Relawan Mahasiswa di DIY Ditawari Insentif Bulanan Rp 7,5 Juta

    Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pernah mengungkap rencana menambah tenaga kesehatan dari kalangan fresh graduate atau mahasiswa baru lulus untuk membantu penanganan Covid-19. Terbaru, Pemerintah DIY menunjuk Politeknik Kesehatan Yogyakarta juga membuka posko rekrutmen relawan tenaga kesehatan dari antara mahasiswa program studi kesehatan tingkat akhir atau belum lulus.

    "Jadi mahasiswa tingkat akhir yang diterjunkan sebagai relawan ini bisa berasal dari sekolah tinggi, akademi keperawatan, maupun universitas," kata Direktur Politeknik Kesehatan Yogyakarta, Joko Susilo, Senin 12 Juli 2021.

    Tenaga medis pos kesehatan Lutfi Fauziah berpose di Posko Dukungan Operasi Satgas Penanganan COVID-19 DIY, Kantor TRC BPBD DIY di Yogyakarta. Lutfi merupakan salah satu relawan yang bekerja sejak munculnya kasus COVID-19 pertama di Indonesia. ANTARA/Hendra Nurdiyansah

    Relawan yang diharapkan tak terbatas dari Yogyakarta tapi bisa dari luar daerah dan siap ditugaskan di Yogya. Mereka akan mengisi berbagai posisi, mulai dari perawat (168 orang), bidan (2 orang), analisis laboratorium (21 orang), tenaga teknis farmasi (4 orang), perekam medik (4 orang), hingga pengemudi ambulan (2 orang).

    3. Penambahan Covid-19 DIY Semakin Tinggi, Gedung SDN Buat Isolasi Mandiri

    Jumlah kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bertambah sebanyak 1.895 sepanjang Minggu 11 Juli 2021. Menurut juru bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, jumlah penambahan itu adalah rekor tertinggi selama ini. 

    "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada 11 Juli di DIY ada sebanyak 1.895 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 76.263 kasus," ujar Berty.

    Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak IGD tambahan RSUP Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 4 Juli 2021. RSUP Sardjito mengatakan tidak semua pasien yang meninggal dalam rentang 24 jam ini akibat kehabisan oksigen. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Bandingkan angka penambahan itu dengan rekor 638 kasus baru pada 19 Juni lalu. Saat itu kalangan dokter setempat langsung menyetujui opsi lockdown wilayah yang sempat dilontarkan Sultan Hamengku Buwono X demi mengendalikan penularan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.