Covid-19 Yogya Tambah 2.350 Kasus, Tiga Lokasi Disiapkan Jadi RS Darurat

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman memantau pelaksaan vaksinasi Covid-19 untuk pelaku usaha pariwisata dari kalangan hotel dan restoran di Hotel Marriott Yogyakarta, Senin 21 Juni 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman memantau pelaksaan vaksinasi Covid-19 untuk pelaku usaha pariwisata dari kalangan hotel dan restoran di Hotel Marriott Yogyakarta, Senin 21 Juni 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gugus Tugas Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengumumkan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada Rabu, 14 Juli 2021, masih di atas 2.000 kasus.

    "Hari ini kasus baru terkonfirmasi
    2.350 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 83.075 kasus dengan kasus aktif sebanyak 22.628 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih Rabu.

    Berty mengatakan penambahan kasus meninggal dunia hari ini pun mengukir rekor baru, yakni sebanyak 65 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.130 kasus.

    Sedangkan distribusi kasus tetap disumbang terbanyak dari Kabupaten Bantul sebanyak 955 kasus, disusul Kabupaten Sleman 457 kasus, lalu Kabupaten Kulon Progo 354 kasus, Kabupaten Gunungkidul 332 kasus dan Kota Yogyakarta 252 kasus.

    Adapun angka keterpakaian ranjang (BOR) isolasi rumah sakit rujukan menjadi 96,58 persen dan ranjang ICU sebesar 81,51 persen.

    Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit DIY saat ini sebenarnya sudah bisa disebut 100 persen karena sempat melampaui 99 persen awal pekan ini.

    Usai rapat bersama pemerintah pusat Rabu, Aji mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membantu menyiapkan tempat sebagai rumah sakit darurat untuk penambahan ranjang di DIY.

    "Ada tiga tempat yang disiapkan Kementerian PUPR di Yogya (untuk rumah sakit darurat)," kata dia.

    Tiga lokasi itu adalah Perumahan Aparatur Sipil Negara Balai Besar Wilayah Sungai (ASN BBWS), asrama mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Untuk perumahan ASN BBWS sendiri bisa menampung 272 pasien. Sedangkan untuk asrama mahasiswa UGM dan UNY masing-masing bisa menampung 166 pasien.

    "Kami juga meminta bantuan pemerintah pusat di tiga lokasi itu memiliki tenaga kesehatan dan peralatan medis agar memadai menjadi rumah sakit darurat Covid-19," kata Aji.

    Menurutnya, peralatan medis untuk rumah sakit darurat seperti ini tidak harus sangat lengkap alatnya.

    "Yang penting ada tenaga medis yang mengampu. Karena rencananya tiga lokasi rumah sakit darurat ini untuk pasien yang kondisinya mendekati sembuh setelah dirawat di rumah sakit rujukan utama," kata Aji.

    Sedangkan rumah sakit rujukan utama difungsikan benar untuk pasien Covid-19 yang kondisinya masih parah.

    Baca:
    Pakar UI: Mayoritas Kasus Covid-19 Tak Bergejala Terjadi pada Usia Muda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...