Layanan Cloud di Indonesia, AWS Beri Penghargaan kepada ICS Compute

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon

    Amazon Web Services logo. Kredit: Amazon

    TEMPO.CO, Jakarta - Amazon Web Services kembali mengumumkan penghargaan untuk para mitranya di dunia lewat forum AWS Partner Summit Online 2021. Untuk Indonesia, penghargaan tahun ini kembali diberikan kepada PT Innovation Cloud Services (ICS Compute).

    Setiap tahun, AWS memberikan penghargaan kepada mitranya yang dianggap terdepan dalam membantu pelanggan mendorong inovasi bisnis. Melalui penghargaan ini, AWS mengakui mitra yang secara konsisten membangun kemampuan dan spesialisasi untuk memastikan kesuksesan pelanggan, bersama dengan AWS.

    “Kami sangat bersyukur dan sangat bangga akan penghargaan ini. Kerja keras seluruh tim membuahkan prestasi yang luar biasa, sehingga kami bisa menerima penghargaan ini dua tahun berturut-turut," kata Budhi Wibawa, CEO dan Founder PT Innovation Cloud Services (ICS Compute), dalam keterangan tertulis, Rabu 14 Juli 2021.

    ICS adalah sebuah perusahaan System Integrator yang berfokus pada cloud computing atau pemberian layanan sumber daya teknologi informasi berdasarkan permintaan lewat jaringan internet. Ketimbang membeli, memiliki dan merawat server dan pusat data secara fisik, sebuah perusahaan bisa mengakses layanan untuk kebutuhan itu--seperti daya, penyimpanan, dan basisdata komputer--dari perusahaan penyedianya seturut kebutuhannya saja.

    Mulai sebagai AWS Consulting Partner 3,5 tahun lalu dengan melakukan beberapa migrasi serta implementasi infrastruktur untuk kliennya, ICS telah berkembang memiliki layanan yang lebih luas. Perusahaan ini menyatakan telah mengerjakan lebih dari 100 proyek kompleks, termasuk lebih dari 50 migrasi beban kerja. Tahun ini, fokus ICS adalah meningkatkan kemampuan pada layanan artificial intelligence, machine learning, dan data analytics untuk beberapa pelanggan.

    "Kami juga percaya bahwa pembukaan AWS Region di Indonesia pada akhir 2021 atau awal 2022 akan menghasilkan banyak peluang bagi pelanggan kami untuk mendorong inovasi bisnis dengan cloud,” kata Budhi.

    Sebagai tambahan, studi dari Boston Study Consulting Group (BCG) memperkirakan potensi pertumbuhan pasar cloud publik Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 800 juta dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 25 persen pada 2023. Sedang lembaga riset Gartner memperkirakan bahwa Artificial Intelligence (AI) akan tetap menjadi salah satu beban kerja teratas yang mendorong keputusan infrastruktur hingga tahun yang sama.

    Gartner memprediksi pada tahun 2023, penggunaan AI akan lima kali lebih besar dibandingkan tahun 2019. Itu artinya, peluang penggunaan strategis teknologi cloud kognitif seperti Application Program Interfaces (APIs), Container, dan Serverless karena dapat membantu menyederhanakan proses penerapan AI. Container dan Serverless akan memungkinkan model Machine Learning (ML) berfungsi secara independen, menurunkan biaya serta modal pengembangan awal.

    Ilustrasi jaringan server komputer. whatismyipaddress.com

    “Kami melihat AI/ML akan menjadi kebutuhan utama bagi perusahaan di masa depan, terutama di masa pandemi ini dimana teknologi AI menjadi tulang punggung banyak industri," kata Budhi sambil menambahkan solusi yang disediakan ICS Compute selaras dengan kebutuhan bisnis dari semua ukuran, dari perusahaan besar hingga Usaha Kecil Menengah (UKM), "Membantu bisnis untuk berinovasi lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah.”

    Conor McNamara, Managing Director, AWS ASEAN, mengamini capaian ICS Compute. Dia mengklaim, banyak mitra AWS di ASEAN melampaui ekspektasi, dan bahkan jauh melampaui ekspektasi yang diberikan untuk kebutuhan para pelanggan. “Kami merasa tersanjung dengan komitmen kolektif komunitas partner kami dan mengucapkan selamat kepada semua pemenang penghargaan atas pengakuan yang memang pantas mereka terima,” katanya.

    Baca juga:
    Fitur Video Pendek YouTube Shorts Dirilis Global, Jadi Pesaing TikTok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.