Sultan HB X: Puluhan Warga Terpapar, Varian Delta Picu Penularan yang Meluas

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersmaa bupati/walikota se DIY menjelaskan langkah pemerintah DIY menghadapi lonjakan kasus di Yogyakarta Senin 21 Juni 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersmaa bupati/walikota se DIY menjelaskan langkah pemerintah DIY menghadapi lonjakan kasus di Yogyakarta Senin 21 Juni 2021. Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan mutasi virus Covid-19 varian Delta telah menulari puluhan warga dan memicu gelombang penularan yang terus meluas di wilayah itu.

    "Dari hasil pemeriksaan terhadap 25 spesimen, yang terdiri atas 15 orang dewasa dan 10 anak-anak, mengindikasikan bahwa 20 orang telah terpapar varian Delta, dengan rincian 11 kasus pada orang dewasa dan 9 kasus pada anak-anak," kata Sultan HB X di Yogyakarta, Sabtu, 17 Juli 2021.

    Sultan mengatakan temuan varian Delta itu terlacak dari hasil Whole Genome Sequencing (WGS) SARS-CoV-2 menggunakan metode Amplicon-based dari specimen Covid-19 yang dilaksanakan oleh Laboratorium WGS Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

    Pemeriksaan itu mengambil 25 sampel spesimen yang diambil dari berbagai wilayah di DIY sepanjang bulan Juni dan uji sampel dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli 2021. Selanjutnya, hasil pengetesan dilaporkan oleh UGM kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunawan Sadikin pada tanggal 10 Juli 2021. Pemda DIY menerima laporan dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 14 Juli 2021.

    Sultan mengatakan pemeriksaan WGS tersebut melibatkan spesimen pasien terkonfirmasi positif yang memenuhi persyaratan dan telah merujuk pada pedoman yang ditetapkan melalui Surat dari Badan Litbangkes Kemenkes RI nomor SR. 01.07/II/1290/2021.

    Pemeriksaan harus memenuhi kriteria antara lain melibatkan orang yang baru mendarat dari negara asing dan spesimen diambil dari lokasi atau komunitas masyarakat tertentu yang mengalami fenomena penularan secara cepat dan telah menginfeksi kelompok yang sebelumnya tidak masuk kategori rentan, semisal anak-anak.

    Kriteria lainnya yakni dari sampel orang yang sudah divaksin SARS Cov-2 tetapi terinfeksi Covid-19 dan penyintas Covid-19 yang mengalami reinfeksi. "Pemeriksaan juga pada kasus kematian Covid-19 dengan komorbid penyakit menular lain, seperti HIV, TBC dan lainnya," kata Sultan.

    Merujuk pada pesatnya pertambahan kasus positif Covid-19 di DIY secara merata akhir-akhir ini, Sultan mengatakan tidak menutup kemungkinan telah terjadi penyebaran varian mutasi virus tersebut.

    "Varian delta memiliki tingkat penularan yang lebih tinggi, tetapi untuk saat ini tidak ada perbedaan dalam upaya pencegahan maupun pengobatan. Yang terpenting perlunya percepatan dan cakupan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat, karena orang yang tidak divaksin bisa menjadi sumber mutasi baru," kata dia.

    Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 DIY Berty Murtiningsih membeberkan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY pada Sabtu ini meledak lagi sebanyak 2.523 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 89.965 kasus.

    Padahal pada Jumat kemarin kasus baru sempat anjlok di angka 1.600 an setelah sejak awal pekan ini digempur 2.000 kasus lebih setiap harinya. "Kasus aktif di DIY saat ini menjadi 25.983 kasus dan total kasus meninggal menjadi 2.334 kasus," kata Berty.

    Baca:
    Aturan Opname Pasien Covid-19, Kemenkes: Saturasi Oksigen di Bawah 95 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...