Varian Delta, Penularan Harian Covid-19 Kota Yogyakarta Naik 1.000 Persen Lebih

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akses menuju kawasan Malioboro Kota Yogyakarta tutup di masa PPKM Darurat pada Selasa, 6 Juli 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Akses menuju kawasan Malioboro Kota Yogyakarta tutup di masa PPKM Darurat pada Selasa, 6 Juli 2020. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengakui masuknya virus mutasi varian Delta membuat penularan harian di wilayah itu menjadi salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan empat kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Laju kecepatan penularan setelah varian Delta terdeteksi  melonjak menjadi sekitar 1.000 persen lebih.

    "Varian Delta ini tingkat sebarannya lebih cepat dan lebih mudah. Dalam bulan Juli ini, di Kota Yogyakarta tingkat kecepatannya lebih dari 10 kali lipat, yang biasanya kasus harian tertinggi 30 kasus, Juli ini mencapai 300-400 kasus," kata Heroe Poerwadi, Minggu, 18 Juli 2021.

    Padahal, berdasarkan laporan harian Gugus Tugas Covid-19 tingkat provinsi DIY, sumbangan kasus dari Kota Yogyakarta lebih sering di bawah Kabupaten Bantul, Sleman dan Gunungkidul. Artinya, di tiga kabupaten itu laju penularan melonjak lebih tinggi dari 1.000 persen.

    Misalnya saja dari laporan hari Minggu ini, dari total tambahan kasus baru yang dilaporkan sebanyak 2.119 kasus, Kota Yogyakarta menyumbang 289 kasus atau berada di urutan keempat dari lima kabupaten/kota DIY.

    Sumbangan terbesar tetap dari Kabupaten Bantul 908 kasus, Kabupaten Sleman 449 kasus, dan Kabupaten Gunungkidul 301 kasus. Kota Yogyakarta hanya di atas Kabupaten Kulon Progo yang ada di urutan kelima dengan menyumbang 172 kasus.

    Namun bukan berarti Kota Yogyakarta selalu di urutan buncit dalam penularan. Buktinya pada 9 dan10 Juli jadi wilayah dengan penularan tertinggi di DIY mencapai 620 kasus dan 565 kasus dalam sehari.

    Heroe mengatakan varian Delta hanya bisa diatasi dengan mengurangi terjadinya interaksi, meniadakan kegiatan dan kerumunan yang berpotensi terjadi pusat sebaran.

    Menurutnya kehadiran varian Delta ini membuat situasi benar-benar harus diwaspadai. "Sebab tidak ada yang tahu dan tidak diketahui. Tidak ada desingan peluru atau rengengan nyamuk, senyap dan virus itu langsung menempel ke siapapun," kata Heroe yang juga Wakil Walikota Yogya itu.

    "Saran bahwa di rumah lebih baik, sebenarnya untuk upaya memutus rantai sebaran virus itu," Heroe menambahkan.

    Heroe mengatakan kapasitas layanan kesehatan di Kota Yogyakarta pun sudah tiap hari ditambah untuk memberikan layanan bagi yang terpapar dan perlu perawatan khusus di rumah sakit.

    "Tetapi berapapun yang kami tambah jumlah kamarnya, tidak akan pernah mencukupi jika peningkatan kasus baru masih terjadi," kata dia.

    Sementara kondisi stok oksigen membuat pimpinan rumah sakit dan pimpinan Satgas Covid-19 setiap hari selalu khawatir karena jumlahnya sangat terbatas.

    "Sampai saat ini oksigen di Kota Yogya memang masih terpenuhi, tetapi setiap hari kami selalu senam jantung, jika kemudian ada rumah sakit yang sudah menipis persediaannya padahal suplai belum juga sampai di tempat," kata dia.

    Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih mengatakan penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY sebanyak 2.119 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 92.084 kasus.

    "Kasus aktif di DIY menjadi 27.274 dan tambahan kasus meninggal sebanyak 48 kasus, sehingga total kasus meninggal menjadi 2.382 kasus," kata Berty.

    Baca:
    Gubernur Sumut: Varian Delta Terdeteksi pada 18 Awak Kapal SV Miclyn


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.