Aplikasi Tracing Covid-19 'Rumahkan' Ribuan Buruh, Industri di Inggris Resah

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria berjalan di peron di stasiun kereta Waterloo pada jam sibuk pagi hari karena pembatasan penyakit virus corona (COVID-19) semakin dilonggarkan di seluruh negeri, London, Inggris, 19 Mei 2021. [REUTERS / Toby Melville]

    Seorang pria berjalan di peron di stasiun kereta Waterloo pada jam sibuk pagi hari karena pembatasan penyakit virus corona (COVID-19) semakin dilonggarkan di seluruh negeri, London, Inggris, 19 Mei 2021. [REUTERS / Toby Melville]

    TEMPO.CO, Jakarta - Semakin banyak jumlah warga di Inggris dan Wales yang menerima peringatan melalui aplikasi Covid-19 milik Layanan Kesehatan Nasional (NHS) agar menjalani isolasi mandiri. Pada pekan hingga 7 Juli lalu jumlahnya meningkat 46 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

    Total sepanjang pekan itu sebanyak 520.194 orang diminta isolasi mandiri. Aplikasi memberi peringatan dan meminta isolasi mandiri jika hasil tracing mendapati yang bersangkutan diketahui memiliki riwayat kontak erat dari suatu kasus positif Covid-19.

    Jumlah yang menerima peringatan itu semakin banyak dari pekan ke pekan sejak publikasi aplikasi pertama pada Januari lalu. Angka 520.194 adalah jumlah mingguan yang tertinggi hingga akhirnya Unite, serikat buruh, mengatakan kalau pabrik-pabrik di Inggris terancam lumpuh dan tutup.

    Sejumlah besar pekerja termasuk yang diminta untuk isolasi mandiri oleh aplikasi. Rata-rata sebanyak 20 persen pekerja setiap minggunya yang 'dirumahkan'. Dampak terparah disebutkan dialami di sektor otomotif.

    ADVERTISEMENT

    Menteri Perumahan Inggris, Robert Jenrick, mengaku tak menutup mata atas situasi yang terjadi. Dia menyatakan kalau pemerintah mengikuti terus angka warga yang harus meninggalkan pekerjaan dan sedang mempelajarinya.

    Iklan anjuran 'di rumah saja' diprotes masyarakat Inggris karena bernada seksis. Sumber: NHS/asiaone.com

    Tapi, Jenrick menambahkan, tetap penting untuk mempertahankan aplikasi tersebut dan memberlakukannya secara serius dengan mengikuti setiap pesan yang diterima. "Tinggal para menteri akan memberikan pemikirannya lebih jauh tentang bagaimana pemerintah dapat memastikan bisa merespons rekomendasi yang diberikan dari aplikasi itu secara proporsional."

    NEW SCIENTIST | SKY NEWS

    Baca juga:
    Pasien Covid-19 Isolasi Mandiri Dikirimi Obat ke Rumah, Begini Tahapannya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.