Pakar di Satgas Covid-19 Bicara Penurunan Jumlah Testing dan Komitmen

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tanggal2020-07-23DeskripsiWiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

    Tanggal2020-07-23DeskripsiWiku Adisasmito merupakan Guru Besar yang mendalami kebijakan kesehatan di bidang sistem kesehatan dan penanggulangan penyakit infeksi. Dia juga mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia untuk beberapa mata kuliah sarjana dan pascasarjana terkait analisis dan pembuatan kebijakan kesehatan. Covid19.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, telah menanggapi laju penurunan jumlah sampel spesimen yang diperiksa dalam beberapa hari ke belakang. Penurunan itu akhirnya tampak dari menurunnya pula jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di tanah air.

    Menurut Wiku, penurunan jumlah testing karena bertepatan dengan masa akhir pekan. Tapi mungkin pula karena penyebab lain seperti keterlambatan input dari laboratorium ke sistem data. "Terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan menurunnya jumlah spesimen yang diperiksa," kata Wiku, Selasa sore 20 Juli 2021.

    Wiku mengatakan pemerintah tetap berkomitmen meningkatkan kapasitas upaya testing, tracing dan treatment (3T) dengan berkoordinasi serta memfasilitasi pemerintah daerah untuk mencapai target di masing-masing wilayah. Komitmennya adalah setiap kabupaten/kota untuk positivity rate kurang dari lima persen, rasio tes minimal 1 per 1.000 penduduk per pekan.

    Untuk daerah dengan kasus positif 5-15 persen dari total sampel, rasio testing adalah 5 per 1.000 penduduk per pekan. Untuk positivity rate 15-25 persen rasio tes adalah 10 per 1.000 penduduk per pekan. Daerah dengan penambahan kasus positivity rate lebih dari 25 persen atau lebih, rasio tes adalah 15 per 1.000 penduduk per pekan.

    ADVERTISEMENT

    Berdasarkan laporan harian kasus yang dilansir dari data Satgas Penanganan Covid-19, angka pemeriksaan di Indonesia pada Minggu (18 Juli) sebanyak 193.437 spesimen. Bandingkan dengan Senin (19 Juli) yang sebanyak 160.686 spesimen yang diperiksa dan Selasa (20 Juli) sebanyak 179.275.

    Angka itu mengalami penurunan bila dibandingkan jumlah pemeriksaan spesimen yang meliputi usap PCR, antigen dan tes cepat molekuler pada Sabtu (17 Juli) yang mencapai 251.392 spesimen dan Jumat (16 Juli) lebih besar lagi, 258.532 spesimen.

    Penurunan jumlah spesimen 16-20 Juli sejalan dengan anjloknya kasus terkonfirmasi Covid-19. Sedikit kenaikan jumlah spesimen yang diperiksa dari Senin ke Selasa juga tampak di kenaikan jumlah kasus terkonfirmasinya.

    Berikut ini data selengkapnya jumlah penambahan kasus harian Covid-19 dan jumlah sampel spesimen yang diperiksa tersebut sepanjang sepekan terakhir.

    Selasa, 13 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 47.899
    Jumlah spesimen: 227.083

    Rabu, 14 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 54.517
    Jumlah spesimen: 240.724

    Kamis, 15 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 56.757
    Jumlah spesimen: 249.059

    Jumat, 16 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 54.000
    Jumlah spesimen: 258.532

    Sabtu, 17 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 51.952
    Jumlah spesimen: 251.392

    Minggu, 18 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 44.721
    Jumlah spesimen: 192.918

    Senin, 19 Juli
    Kasus terkonfirmasi: 34.257
    Jumlah spesimen: 160.686

    Selasa, 20 Juli
    Kasus terkonfirmasi Covid-19: 38.325
    Jumlah spesimen: 179.275

    Baca juga:
    Hujan Dahsyat di Zhengzhou Cina: Banjir Rendam Subway, 12 Tewas


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Pernikahan dan Hajatan saat PPKM Level 4 dan 3, Ada Sanksi jika Melanggar

    Pemerintah mengatur resepsi pernikahan saat PPKM Level 4 dan lebih rendah. Aturan itu diikuti sanksi bagi pelaku usaha, perorangan, dan kepala daerah.