Apple Bicara Ancaman Spyware Canggih Pegasus

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spyware pegasus. Amnesty.org

    Spyware pegasus. Amnesty.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Spyware Pegasus dari perusahaan perangkat lunak NSO Group, Israel, dilaporkan telah mampu menyusup ke perangkat ponsel iPhone. Analisis forensik terbaru mengungkap bukti bahwa spyware itu menginfeksi model iPhone 11 dan iPhone 12, melalui serangan zero-click iMessage.

    Amnesty International dan jurnalisme non-profit yang berbasis di Paris, Prancis, Forbidden Stories, mengklaim bahwa ribuan iPhone berpotensi disusupi spyware Pegasus. Mereka mencemaskan itu setelah melakukan investigasi yang disebut Pegasus Project. 

    Dalam investigasi itu mereka menemukan jejak spyware pada 50.000 nomor telepon target pengawasan potensial. Dari penyelidikan terbaru terungkap bahwa serangan zero-click iMessage telah digunakan untuk menginstal spyware pada iPhone.

    “Mereka dapat mengkonfirmasi bahwa ribuan iPhone terdaftar sebagai target potensial untuk spyware Pegasus. Meskipun tidak mungkin untuk mengkonfirmasi berapa banyak yang berhasil diretas,” kata Amnesty International, seperti dikutip Gadgets NDTV, Selasa, 20 Juli 2021.

    ADVERTISEMENT

    Menanggapi hal itu, Kepala Teknik dan Arsitektur Keamanan Apple, Ivan Krstic, menjelaskan bahwa serangan ini sangat canggih, menelan biaya tinggi, dan ditargetkan hanya untuk orang-orang tertentu. Menurutnya, Apple sedang berupaya menghadirkan perlindungan baru untuk memungkinkan lebih banyak keamanan unit iPhone. 

    “Apple dengan tegas mengutuk serangan siber terhadap jurnalis, aktivis hak asasi manusia, dan lainnya yang berusaha membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik,” tutur dia merujuk bagian lain temuan Amnesty.

    Selama lebih dari satu dekade, Krstic menerangkan, Apple telah memimpin industri dalam inovasi keamanan dan, sebagai hasilnya, peneliti keamanan setuju bahwa iPhone adalah perangkat seluler konsumen teraman di pasar.

    Spyware tingkat militer yang digunakan untuk mata-mata berteknologi tinggi untuk klien NSO ini disebut-sebut sebagai kasus pelanggaran hak asasi manusia. Sementara NSO Group menyangkal semua tuduhan dengan menyebut klaim ini tidak jujur dan menegaskan bahwa spyware Pegasus sekarang hanya digunakan untuk memerangi kejahatan, tapi juga untuk melakukan pengawasan.

    GADGETS NDTV | THE VERGE


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.