Top 3 Tekno Berita Kemarin: BMKG, Benua Australia, Wisudawan Termuda ITB

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi - Logo Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). ANTARA/Darwin Fatir.

    Ilustrasi - Logo Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). ANTARA/Darwin Fatir.

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Kamis 22 Juli 2021, beragam di luar permasalahan Covid-19. Terpopuler pertama adalah BMKG yang memperingatkan kembali akan potensi gempa dari laut selatan Jawa Timur serta skenario dampak terburuk berupa tsunami hingga 28 meter di Pacitan.

    Terpopuler kedua adalah berita yang mengangkat profil Musa Izzanardi Wijanarko, wisudawan termuda di ITB. “Kuliah saya selesai walaupun sempat terseok-seok dan sangat bersyukur akhirnya dapat berhasil menjadi wisudawan Juli 2021 ini,” kata mahasiswa dari Program Studi Matematika itu di laman ITB, Rabu 21 Juli 2021.

    Terpopuler ketiga adalah penjelasan ahli utama bidang geologi dan tektonik di LIPI menanggapi isi video viral pergeseran Benua Australia mendekati Indonesia. Video memicu perhatian karena disertai pernyataan bahwa jika kedua lempeng itu bertabrakan tentunya bakal mengakibatkan suatu gempa yang sangat besar.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Kamis 22 Juli 2021, selengkapnya,

    1. BMKG Peringatkan Skenario Terburuk Gempa dan Tsunami Pacitan 28 Meter

    Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta jajaran Kementerian Sosial mengantisipasi skenario terburuk gempa dan tsunami, salah satunya berpotensi terjadi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang diprakirakan bisa mencapai 25-28 meter.

    Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan potensi tersebut lantaran dalam peta, Kabupaten Pacitan dekat dengan teluk yang mengumpulkan tenaga gelombang tinggi dan relatif dekat dengan letak episentrum gempa, sehingga dapat dikatakan menjadi zona merah.

    Peta pusat gempa bumi tektonik di wilayah Samudera Hindia di selatan Pulau Jawa pada Kamis 12 Maret 2020, pukul 15.03 WIB. Guncangannya dirasa hingga Yogyakarta. (BMKG)

    “Misalnya peta daerah Pacitan, Jawa Timur, warna merah menunjukkan gelombang tinggi 10-14 meter, semakin merah semakin tinggi pula gelombang, warna kuning gelombang 2-3 meter, serta warna hijau gelombang setengah meter, ” ujar Dwikorita saat Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan arahan atas kesiapsiagaan bencana secara daring di Jakarta, Rabu, 21 Juli 2021.

    2. Mahasiswa Matematika ITB Usia 18 Tahun Jadi Wisudawan Termuda

    Musa Izzanardi Wijanarko meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di usia 18 tahun lewat 8 bulan. Mahasiswa dari program studi Matematika itu menjadi wisudawan termuda pada akhir pekan lalu, Sabtu 17 Juli 2021.

    Izzan panggilan akrabnya, mengaku senang dengan matematika sejak kecil. Dia mulai kuliah pada 2017 setelah sebelumnya bersekolah di rumah. Selama kuliah dia bersosialisasi dengan ikut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Genshiken ITB sebagai kelompok studi budaya visual modern. Istilah Genshiken sendiri diambil dari komik Jepang atau manga karangan Kio Shimoku.

    Musa Izzanardi Wijanarko. Kredit: ITB

    Di tahun terakhirnya kuliah, pandemi Covid-19 melanda. Dia sempat salah mengira kalau dampaknya tidak akan terlalu besar. Kondisi pandemi sempat membuatnya kehilangan motivasi ikut kuliah dan mengerjakan tugas akhir. “Kuliah saya selesai walaupun sempat terseok-seok dan sangat bersyukur akhirnya dapat berhasil menjadi wisudawan Juli 2021 ini,” katanya di laman ITB, Rabu 21 Juli 2021.

    3. Video Viral Pergeseran Benua Australia ke Indonesia, Ini Penjelasan Ahli LIPI

    Video pendek yang menjelaskan mengenai pergeseran Benua Australia mendekati Indonesia viral di TikTok. Video yang diunggah akun bernama @virgaraditya itu menjelaskan bahwa pergeseran itu disebabkan oleh pergerakan lempeng Bumi yang saling bertabrakan.

    Dalam video berdurasi 38 detik itu, dia membeberkan bahwa berdasarkan penelitian, benua Australia terus bergerak ke utara mendekati Indonesia 7 cm setiap tahunnya. “Dan jika kedua lempeng itu bertabrakan tentunya bakal mengakibatkan suatu gempa yang sangat besar,” ujar dia di dalam video yang diunggah beberapa pekan lalu itu.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Serang terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas subduksi dari lempeng India– Australian Plate dan lempeng Eurasia Plate yang menyebabkan terjadinya gempa susulan di Banten.

    Menanggapi hal itu, peneliti ahli utama bidang geologi dan tektonik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Haryadi Permana, menerangkan pergeseran itu sudah terjadi jutaan tahun lalu. Setelah Benua Australia terpisah dari Antartika, sekitar 155 juta tahun lalu bergerak ke utara-timur. “Tapi ya dalam orde mm per tahun,” ujar Haryadi saat dihubungi Rabu malam, 21 Juli 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.