Yogyakarta Bakal Tambah Dua Alat PCR Robotik untuk Percepat Tes

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada penghuni rusun di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 25 Mei 2021. Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada seluruh penghuni di rusun yang dikelola Pemkot Surabaya untuk mendeteksi penyebaran COVID-19, setelah adanya 12 penghuni Rusun Penjaringan Sari terpapar COVID-19. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada penghuni rusun di Rusun Penjaringan Sari, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 25 Mei 2021. Dinas Kesehatan Kota Surabaya melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada seluruh penghuni di rusun yang dikelola Pemkot Surabaya untuk mendeteksi penyebaran COVID-19, setelah adanya 12 penghuni Rusun Penjaringan Sari terpapar COVID-19. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan DIY akan mempercepat proses testing dan tracing Covid-19. Salah satu upaya yang akan ditempuh ialah melakukan penambahan alat PCR robotik sebanyak dua buah.

    “Untuk mengejar hasil PCR, kami akan menambah dua alat PCR robotik lagi. Ini untuk mempercepat target yang sudah ditentukan Mendagri maupun Menkes," kata Sultan dalam keterangannya saat rapat koordinasi testing dan tracing bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dari Yogyakarta, Kamis, 22 Juli 2021.

    Sultan mengatakan saat ini DIY sudah memiliki dua alat PCR robotik itu, namun dinilai masih kurang sehingga akan menambah dua alat lagi. Proses testing dan tracing Covid-19 di DIY selama ini minimal per harinya mencapai 2.439 tes dan maksimalnya 10.556 tes.

    Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 22 Tahun 2021 terkait PPKM Darurat Level 4, rata-rata proses testing dan tracing Covid-19 DIY sudah memenuhi target, yakni 7.412 tes. “Tapi kalau berdasarkan aturan dari Menteri Kesehatan yang menargetkan 10.000 tes per hari, ya kita masih di bawah itu," ujar Sultan.

    Sultan membeberkan untuk positivity rate Covid-19 di DIY saat ini masih di atas angka yang ditetapkan WHO. Namun, Sultan mengklaim kecenderungan positivity rate ini terus menurun. "Semoga penurunan ini terjadi terus menerus,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Luhut mengatakan untuk dapat mengendalikan penyebaran Covid-19, proses testing dan tracing menjadi bagian penting dari proses penanganan.

    Untuk testing, Luhut mengimbau pelaksanaannya fokus pada positivity rate, tidak hanya jumlah tesnya saja. “Untuk tracing, saya minta kita bisa kejar target minimal 15 kontak erat per satu konfirmasi positif dalam waktu kurang dari 72 jam. Saya minta kita fokus dulu pada tujuh wilayah aglomerasi dan Bali. Mekanisme yang disusun harus dapat diimplementasi dan dieksekusi secara cepat di lapangan,” kata dia. 

    Luhut menambahkan, bagi para kepala daerah diimbau untuk mempersiapkan sumber daya dukungan untuk kebutuhan tracer, berkoordinasi dengan pimpinan TNI dan Polri di daerah masing-masing, serta mendorong peran Dinas Pemberdayaan Desa atau instansi terkait.
      
    Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta Irene menuturkan selama ini alat untuk tes PCR yang dipergunakan di laboratoriumnya salah satunya masih menggunakan mesin ekstraksi otomatis yang diberikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.

    "Saat ini kami belum pernah menerima alat dari Pemerintah DIY, yang masih ada dari Pak Ganjar Pranowo berupa dua buah mesin ekstraksi berkapasitas 48 sampel," kata dia.

    BBTKLPP Yogyakarta sendiri masih menjadi laboratorium dengan pengetesan sampel Covid-19 terbanyak di DIY. Setiap hari laboratorium ini masih bisa menerima 1.000 sampel sehari dan bisa menyelesaikannya dalam 2x24 jam.

    Irene membeberkan total ada 39 petugas di laboratoriumnya yang bertugas. Terdiri dari 17 orang berstatus PNS/outsourcing dan 22 relawan. "Namun saat ini ada dua petugas yang terpapar dan isolasi mandiri," kata dia.

    Baca:
    Kepala Eijkman Ingatkan Bahaya Permainan Data Kasus Covid-19


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.