Startup dan Relawan Himpun Koalisi Besar Gerakan Oksigen untuk Indonesia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi oxygen concentrator. Shutterstock

    Ilustrasi oxygen concentrator. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah perusahaan rintisan atau startup yang tergabung dalam gerakan Indonesia PASTI BISA Jaga Oksigen berkolaborasi dengan perusahaan modal ventura dan relawan menggelindingkan gerakan lebih besar: Oxygen for Indonesia. Lima hari berjalan mereka telah memesan seribu alat oxygen concentrator untuk didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia.

    Dari seribu alat itu, sebanyak 200 sudah dikirim ke 33 rumah sakit di 10 provinsi. “Sebanyak 800 oxygen concentrator berikutnya akan didatangkan dalam waktu dekat,” ujar Founding Partner East Ventures, Willson Cuaca, yang juga menginisiasi gerakan Indonesia PASTI BISA, Jumat 23 Juli 2021.

    Koalisi gerakan Oxygen for Indonesia menargetkan bisa mendapatkan dana bantuan hingga 10 juta dolar AS untuk menyediakan total 10 ribu oxygen concentrator. Seluruh alat pengekstrak oksigen murni dari udara itu akan didistribusikan ke kurang lebih 1.500 rumah sakit untuk bisa membantu 30 ribu pasien Covid-19 di Indonesia dalam jangka pendek, dan tujuh juta pasien dalam jangka panjang.

    Relawan WargaBantuWarga dan bagian dari Oxygen for Indonesia, Aldi Haryopratomo, mengatakan bahwa koalisi kerkoordinasi dengan Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi serta Kementerian Kesehatan. Gerakan, kata dia, tak hanya menggalang dana dari korporasi dan publik di tanah air dan mancanegara tapi juga membentuk tim untuk seluruh proses dari hulu ke hilir.

    “Misalnya, akan ada tim yang fokus ke procurement dan impor, pengiriman unit ke rumah sakit, proses verifikasi dan hotline bagi pengguna alat yang didonasikan,” katanya.

    Ilustrasi oxygen concentrator. Shutterstock

    Aldi mengungkapkan kalau banyak relawan WargaBantuWarga harus menghadapi banyak permintaan putus asa dari masyarakat yang mencari oksigen setiap hari. Kementerian Kesehatan juga disebutnya telah menetapkan bahwa isu ketersediaan oksigen menjadi prioritas nasional.

    Respons spontan perusahaan rintisan, modal ventura, selebriti, dan relawan yang bersatu tanpa memandang kepentingan individual kemudian berbuah manis dengan dana yang langsung bisa dihimpun. Meski begitu Aldi menyatakan, “Oksigen adalah masalah penting saat ini, namun perang melawan Covid-19 masih jauh dari selesai.”

    Perusahaan modal ventura lokal dan regional menggunakan jaringan masing-masing untuk berkontribusi mencapai tujuan bersama. Mereka adalah East Ventures, Sequoia India, Intudo, Goventures, Golden Gate Ventures, AC Ventures, Jungle Ventures, Asia Partners, Monk’s Hill Ventures, Open Space Ventures.

    Perusahaan startup yang sudah bergabung di antaranya: Kitabisa, Pluang, Mapan, BukuWarung, Halodoc, TokoCrypto, Payfazz, Advotics, eFishery, Waresix, KAYA.ID, Bibit, Flip, dan Bonza.

    Pasien dengan masalah pernapasan terlihat di luar ruang gawat darurat di rumah sakit pemerintah di Jakarta, 1 Juli 2021. Indonesia mengalami lonjakan kasus Covid-19 sejak pertengahan Juni 2021 lalu. REUTERS/Yuddy Cahya Budiman

    Wilson berharap, dengan bergabungnya gerakan kepedulian yang sudah ada untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia membuat semakin banyak berita baik seperti pasien sembuh. “Koalisi ini bersifat terbuka bagi siapapun yang ingin menggalang dana untuk menghadirkan oksigen di Indonesia,” katanya sambil menambahkan informasi lebih lanjut dapat diakses di https://oxygenforindonesia.com/ atau Instagram @oxygenforindonesia dan Twitter di @OxygenForINA.

    Baca juga:
    Google Doodle Champions Island Games dan Cara Alternatif Nikmati Olimpiade Tokyo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.