Positivity Rate Covid-19 Indonesia Saat Ini Tertinggi Ketujuh di Dunia

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Kondisi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta selama sepekan terakhir tergolong mengkhawatirkan dengan angka positivity rate 13,2 persen. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Pengunjung beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu, 9 September 2020. Kondisi COVID-19 di wilayah DKI Jakarta selama sepekan terakhir tergolong mengkhawatirkan dengan angka positivity rate 13,2 persen. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Laju penularan Covid-19 di Indonesia dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan terutama di beberapa provinsi di Pulau Jawa. Di antaranya tampak dari positivity rate harian atau jumlah kasus yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di antara jumlah seluruh sampel spesimen yang diperiksa.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkap tren itu dan menggunakannya untuk melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat per hari ini Senin 26 Juli 2016. Pengumuman diberikan pada Minggu malam, 25 Juli, yang mengakhiri perpanjangan PPKM Darurat dan menggantinya dengan istlah PPKM Level 4 yang disertai pelonggaran pemberlakuan pembatasan.

    Pada Minggu, positivity rate Covid-19 di Indonesia tercatat sebesar 22,29 persen yang setara penambahan lebih dari 38 ribu kasus baru dari total spesimen yang diperiksa sebanyak 173 ribu pada Minggu. Johns Hopkins University, Amerika Serikat, menghitung rata-ratanya per tujuh harian sebesar 27,64 persen. 

    Per hari yang sama, dihitung dengan cara yang sama, angka itu berada di urutan tujuh secara global. Indonesia hanya lebih baik daripada Meksiko (49,94 persen), Argentina (42,22), Namibia (36,10), Mozambik (34,74), Senegal (32,19), dan Malawi (31,85).

    Sebagai pembanding pula, Amerika Serikat yang hingga kini menyumbang jumlah kasus positif Covid-19 terbesar di dunia melaporkan laju penularan lewat positivity rate sebesar 9,13 persen. Sedang India yang berada di urutan dua dan awal tahun ini dikenal dengan tsunami kasusnya mencatatkan positivity rate di dalam negerinya 1,77 persen.

    Menurut Johns Hopkins University, mengukur positivity rate adalah cara yang paling bisa dipercaya untuk menentukan apakah sebuah pemerintahan melakukan testing yang cukup. Seperti diketahui, testing akan diikuti tracing dan treatment terhadap mereka yang terkonfirmasi terinfeksi.

    Tingginya angka positivity rate mengindikasikan sebuah pemerintahan hanya memeriksa pasien yang paling sakit yang memang mencari pelayanan medis, "Dan tidak memeriksa populasi yang lebih luas." Standar WHO berharap pemerintahan di dunia bisa menetapkan laju kasus positif harian ini di bawah 5 persen. 

    WURAGIL (JHU, WORLDOMETERS)

    Baca juga:
    Eropa Umumkan Vaksin Covid-19 untuk Anak Gunakan Spikevax


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.