Top 3 Tekno Berita Kemarin: Positivity Rate di Indonesia, Kasus Baru di Yogya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga yang pernah berkunjung ke mal yang menjadi klaster penyakit virus corona (COVID-19), mengantre untuk tes swab di Singapura 20 Mei 2021. [REUTERS/Edgar Su/File Photo]

    Warga yang pernah berkunjung ke mal yang menjadi klaster penyakit virus corona (COVID-19), mengantre untuk tes swab di Singapura 20 Mei 2021. [REUTERS/Edgar Su/File Photo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 26 Juli 2021, dimulai dari berita positivity rate kasus Covid-19 di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara di dunia. Johns Hopkins University menyebut semakin tinggi angkanya menunjukkan semakin 'malas' negara itu melakukan testing populasi untuk screening penularan kasus. 

    Terpopuler kedua datang dari Covid-19 Yogyakarta. Penambahan jumlah kasus baru yang dilaporkan dari provinsi ini tercatat sudah melampaui DKI Jakarta, dan duduk di urutan empat besar nasional.

    Berita yang menjadi terpopuler ketiga berjudul 'Varian Lambda Menyebar di Amerika Latin, Seberapa Bahayanya Dibanding Delta?' Covid-19 varian Lambda ditemukan di Peru pada Agustus 2020. Sepak terjang varian virus mutasi ini termasuk yang sedang diawasi WHO.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Senin 26 Juli 2021, selengkapnya, 

    1. Positivity Rate Covid-19 Indonesia Saat Ini Tertinggi Ketujuh di Dunia

    Laju penularan Covid-19 di Indonesia dilaporkan mulai menunjukkan tren penurunan terutama di beberapa provinsi di Pulau Jawa. Di antaranya tampak dari positivity rate harian atau jumlah kasus yang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 di antara jumlah seluruh sampel spesimen yang diperiksa.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkap tren itu dan menggunakannya untuk melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat per hari ini Senin 26 Juli 2016. Pengumuman diberikan pada Minggu malam, 25 Juli, yang mengakhiri perpanjangan PPKM Darurat dan menggantinya dengan istilah PPKM Level 4 yang disertai pelonggaran pemberlakuan pembatasan.

    Petugas kesehatan melakukan tes swab antigen Covid-19 terhadap penumpang kapal yang baru tiba dari Pulau Sabang di Posko Pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh, Senin, 12 Juli 2021. Berdasarkan data Wordometer, Indonesia menduduki peringkat pertama urutan sementara negara di dunia dengan penambahan kasus Covid-19 harian. ANTARA/Ampelsa

    Pada Minggu, positivity rate Covid-19 di Indonesia tercatat sebesar 22,29 persen yang setara penambahan lebih dari 38 ribu kasus baru dari total spesimen yang diperiksa sebanyak 173 ribu pada Minggu. Johns Hopkins University, Amerika Serikat, menghitung rata-ratanya per tujuh harian sebesar 27,64 persen. 

    2. Kasus Baru Covid-19 Yogyakarta Salip Jakarta dan Nomor 4 di Indonesia

    Kasus tambahan Covid-19 baru di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin, 26 Juli 2021, kembali menggila di atas 2.600 kasus.

    "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 hari ini di DI Yogyakarta sebanyak 2.667 kasus, jumlah kasus aktif naik menjadi 33.253 kasus dan total kasus terkonfirmasi menjadi 107.445 kasus," kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Berty Murtiningsih Senin.

    Puluhan hotel dan pekerja industri perhotelan di Yogyakarta membuat sebuah kampanye #FromJogjaWithLove untuk #JogjaMembaik pada tanggal 16 Juli - 20 Juli 2021

    Kasus baru di DIY ini melonjak mendekati rekor kasus harian tertinggi yang pernah tercapai di wilayah itu pada 13 Juli lalu yang sebanyak 2.731 kasus dalam sehari.

    3. Varian Lambda Menyebar di Amerika Latin, Seberapa Bahayanya Dibanding Delta?

    Penyebaran virus Covid-19 atau SARS-CoV-2 telah membuat kalangan ilmuwan medis dan kesehatan jungkir balik untuk mengidentifikasi virus yang telah menewaskan banyak orang di berbagai negara. Bahkan, di kalangan saintis masih berlangsung debat tentang asal-usul virus ini. Tak sedikit yang membumbuinya dengan argumen politik yang menjurus konspiratif.

    Virus Covid-19 kini punya banyak varian yang tingkat mutasi dan kecepatan penyebarannya berbeda-beda. Yang terbaru adalah varian delta, varian virus Corona ini membuat India diterjang tsunami Covid-19. Tak lama setelah itu, giliran Indonesia diterpa gelombang baru Covid-19 yang diduga berasal dari varian delta.      

    ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

    WHO menamai varian virus Covid-19 yang menarik perhatian mereka dengan huruf Yunani, seperti Alpha, Beta, Delta, Gamma, Lambda, dan lainnya. Lambda, varian baru virus Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Peru pada Agustus 2020 dinamai demikian oleh WHO pada Senin, 14 Juni 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.