Turunkan Kecanduan Nikotin, Tim Unpad Bikin Permen Kokro

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Permen Kokro buatan tim mahasiswa Unpad untuk menurunkan tingkat kecanduan merokok. Kokro mengandung senyawa cytisine seperti yang telah dipakai di Eropa sebagai terapi untuk menurunkan kecanduan rokok. Kredit: Unpad

    Permen Kokro buatan tim mahasiswa Unpad untuk menurunkan tingkat kecanduan merokok. Kokro mengandung senyawa cytisine seperti yang telah dipakai di Eropa sebagai terapi untuk menurunkan kecanduan rokok. Kredit: Unpad

    TEMPO.CO, Bandung - Tim mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) membuat permen untuk menurunkan kecanduan nikotin di kalangan perokok. Permen yang dinamakan Kokro itu ditargetkan beredar pada awal Agustus 2021. “Setelah kami coba produknya, tidak ada efek mual sama sekali,” kata Rifky Adhia Pratama, Selasa, 27 Juli 2021.

    Mahasiswa jurusan Kimia itu membentuk tim bersama Tiara Zahra Shafira dari jurusan Akuntansi, Endang Juliansyah (Kimia), Iis Kurniasih (Kimia), dan Kevin Reza Reynantha (Administrasi Bisnis) serta dosen pembimbing Rani Maharani. Mereka menggunakan cytisine, yaitu senyawa bahan alam yang bisa menurunkan kecanduan nikotin pada perokok.

    Senyawa cytisine telah dipakai di Eropa sebagai terapi untuk menurunkan kecanduan rokok, di antaranya dibuat dalam bentuk tablet dan menggunakan bahan sintesis organik. Tim meracik permennya dalam bentuk lozenges yang kenyal. “Diberi pemanis dan perasa buah untuk meminimalkan efek samping mual seperti tablet di Eropa,“ kata Rifky. Mengandung citysine 1,5 miligram, konsumsi Kokro memakai takaran dosis.

    Pembuatan permen itu, menurut Rifky, diiringi beberapa pengujian laboratorium untuk mendapat sertifikasi dan bimbingan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Gagasan tim berlatar kondisi perokok di Indonesia yang jumlahnya hampir 40 persen dan menempati peringkat tujuh di dunia. Dari laman Unpad, mereka mencari solusi untuk menurunkan angka kematian akibat merokok di Indonesia.

    Dari hasil studi pustaka, senyawa alami cytisine memiliki kemampuan bioaktivitas untuk mencegah terikatnya nikotin ke reseptor di otak yang menimbulkan efek candu. “Cytisine memiliki kemampuan untuk mengikat ke reseptor di otak tujuh kali lebih kuat ketimbang nikotin,” kata Rifky. Teorinya semakin banyak cytisine yang diikat di otak dibandingkan nikotin, maka akan mampu menurunkan efek kecanduan pada perokok.

    Mereka mencari bahan alam yang mengandung senyawa cytisine. Petunjuk dari hasil studi pustaka bahwa ekstrak cytisine dapat diperoleh dari genus tanaman Laburnum atau golden chain tree dalam jumlah yang banyak. Pencarian bibit tanaman itu sampai ke daerah Basinglah, Bangka Belitung, yang dijadikan sebagai tanaman hias. Tim lantas mengekstrak senyawa cytisine dari biji Laburnum anagyroides.

    Produk itu dibanderol Rp 25 ribu per bungkus yang berisi 8 butir permen. Tim berencana mengurus izin edar dan bermitra dengan Dinas Kesehatan hingga Kementerian Kesehatan. Kokro yang mulai dirintis Juni lalu, merupakan karya ajuan di Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dananya dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk kategori PKM-Kewirausahaan.

    Baca:
    Unpad: Mahasiswa Ikuti Kuliah Perusahaan Dapat Uang Saku Rp 400 Ribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.