Rujukan Covid-19, 65 Ruang Isolasi Tambahan RSUP Sardjito Dibangun

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak IGD tambahan RSUP Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 4 Juli 2021. RSUP Sardjito mengatakan tidak semua pasien yang meninggal dalam rentang 24 jam ini akibat kehabisan oksigen. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Sejumlah pasien menjalani perawatan di tenda barak IGD tambahan RSUP Dr Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Ahad, 4 Juli 2021. RSUP Sardjito mengatakan tidak semua pasien yang meninggal dalam rentang 24 jam ini akibat kehabisan oksigen. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan sebagai rumah sakit rujukan utama Covid-19, RSUP Sardjito butuh lebih banyak ranjang isolasi intensif untuk menghadapi lonjakan pasien saat ini.
     
    “RSUP Sardjito Yogyakarta ini rumah sakit rujukan penanganan Covid-19, butuh setidaknya 200 ruang isolasi intensif," kata Basuki saat menyambangi RSUP Sardjito Yogyakarta, Selasa, 27 Juli 2021.

    Kementerian PUPR tengah menyiapkan pembangunan ruang isolasi Intensive Care Unit (ICU) di RSUP Sardjito yang memanfaatkan lahan parkir di lantai 3 di Gedung Parkir rumah sakit itu.

    "Saat ini di RSUP Sardjito ini telah tersedia 150 ruangan sehingga dengan adanya penambahan 65 ruangan lagi, akan mampu memfasilitasi kebutuhan masyarakat di DIY," kata Basuki.

    Direktur Utama RSUP Sardjito Yogyakarta Eniarti mengatakan pembangunan ruang ICU ini dilengkapi berbagai peralatan yang dapat mendukung pelayanan kritis. "Seperti ventilator, bedsite monitor, serta peralatan medis lainnya yang dipenuhi oleh pemerintah," kata Eniarti.

    Sedangkan untuk kebutuhan sumber daya manusia (SDM), Eniarti menyebutkan telah menyiapkan tenaga yang sebagian berasal dari Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (PPSDM) Kementerian Kesehatan yang mempunyai kompetensi khusus perawatan kritis.

    "Dari perencanaan 65 tambahan tempat tempat tidur ini, sebanyak 62 unit akan digunakan sebagai ruang isolasi intensif, sedangkan dua ranjang dipergunakan untuk ruang cuci darah pasien terkonfirmasi Covid-19," kata Eniarti.

    Sedangkan sisa satu ranjang lagi digunakan untuk penempatan Extracorporeal Membrane Oxygenator (ECMO) yang memfasilitasi sementara fungsi paru-paru dan jantung pasien Covid-19 selama masa pemulihan.

    Selain itu, Eniarti mengatakan, saat ini RSUP Sardjito Yogyakarta telah menyiapkan pula tambahan dua unit isotank atau tempat tampungan oksigen sentral. "Dua isotank ini mampu menampung 20 ton oksigen liquid yang pemenuhannya berkolaborasi bersama pemerintah dan BUMN," kata dia.

    Dengan penambahan isotank ini, ujar Eniarti, kebutuhan pemenuhan oksigen liquid bisa lebih terjamin karena adanya tampungan yang lebih banyak.

    Hingga Selasa, persentase penggunaan tempat tidur pasien atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di RSUP Sardjito Yogyakarta masih tinggi, yakni mencapai 91.89 persen. "Penanganan Covid-19 sampai akhir bulan juli 2021 ini masih terus bertambah," katanya.

    Eniarti mengatakan pada awal wabah merebak, RSUP Sardjito mendedikasikan sejumlah 303 tempat tidur bagi pasien Covid-19. Namun kini ranjang itu telah ditambah sehingga total mencapai 492 unit. Dari total 492 tempat tidur tersebut, khusus ruang intensif sudah disediakan 188 tempat tidur dan ruang isolasi rawat inap sejumlah 304 tempat tidur.

    Baca:
    Membeludak di RS, Jenazah Covid-19 Diarahkan ke Stasiun Dekontaminasi BPBD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.