Mengenal Produk Lokal Laptop Merah Putih

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal dalam Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 Desember 2020. Meskipun masih harus menerapkan sistem pembelajaran daring guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, namun Penilaian Akhir Semester (PAS) tetap berlangsung. TEMPO/FARDI BESTARI

    Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal dalam Ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) tahun pelajaran 2020/2021 di rumahnya, di Duren Sawit, Jakarta Timur, 3 Desember 2020. Meskipun masih harus menerapkan sistem pembelajaran daring guna mengantisipasi penyebaran COVID-19, namun Penilaian Akhir Semester (PAS) tetap berlangsung. TEMPO/FARDI BESTARI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia dikabarkan akan segera memproduksi laptop buatan dalam negeri yang bernama Laptop Merah Putih. Sebagaimana dilansir dari Tempo, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan bahwa Laptop Merah Putih merupakan upaya untuk mengembangkan industri TIK dalam negeri.

    Karena itu, Laptop tersebut rencananya akan dikembangkan oleh konsorsium industri lokal bersama Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Gadjah Mada. Adapun laptop tersebut rencananya akan segera diproduksi dalam waktu dekat.

    Luhut mengungkapkan Era Kepemimpinan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, merupakan masa yang cocok untuk produksi Laptop Merah Putih. “Saya kira jamannya Pak Menteri Nadiem elok kalau sudah mulai diluncurkan. Jadi kita bisa dibangun industri sendiri,” ucapan Luhut seperti dikutip dari Tempo, 23 Juli 2021.

    Menurut laporan Tempo, Pemerintah mengalokasikan dana Rp17 triliun untuk penggunaan produk TIK dalam negeri pada bidang pendidikan melalui pengadaan barang lokal hingga 2024. Pada 2021, sebanyak Rp3,7 triliun telah dialokasikan untuk kebutuhan pengadaan laptop merah putih. Dana tersebut disalurkan kepada Kemendikbud Ristek dan Pemerintah Daerah untuk membeli 431.730 unit laptop. 

    Adapun, sumber dana tersebut berasal dari APBN dan dana alokasi khusus fisik pendidikan. Sebanyak 189.165 unit laptop atau Rp 1,3 triliun diadakan melalui APBN. Sementara itu, 242.565 unit laptop atau Rp 2,4 triliun menggunakan dana alokasi khusus fisik pendidikan.

    Untuk upaya produksi laptop tersebut, pemerintah tengah melakukan sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) gratis bagi produk yang memiliki proyeksi komponen lokal di atas 25 persen. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong tingkat produksi lokal sebagaimana diproyeksikan oleh Luhut.

    Hasilnya, kini ada enam perusahaan yang menyatakan mampu memenuhi kebutuhan pengadaan laptop pemerintah, baik di level pusat maupun Pemda. Keenam produsen laptop merah putih itu adalah PT Zyrexindo Mandiri Buana, PT Tera Data Indonesia, PT Supertone, PT Evercoss Technology Indonesia, PT Bangga Teknologi Indonesia, dan Acer Manufacturing Indonesia.

    Sebagaimana dirangkum dari beberapa sumber, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait spesifikasi Laptop Merah Putih. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa spesifikasi laptop merah putih akan disesuaikan dengan kebutuhan siswa dalam belajar. Adapun penyesuaian tersebut dilakukan supaya tidak ada overspesifikasi dan ketidaksesuaian dengan anggaran.

    BANGKIT ADHI WIGUNA

    Baca juga: Luhut Sebut Rp 17 Triliun untuk Laptop Lokal, ini Profil 6 Perusahaan Penyedia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...