612 Pasien Covid-19 Antre Plasma Konvalesen di PMI Kota Bandung

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga penyintas Covid-19 menunggu untuk mendonorkan plasma konvalesen di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Warga penyintas Covid-19 menunggu untuk mendonorkan plasma konvalesen di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Bandung - Kebutuhan plasma konvalesen terus meningkat. Ratusan pendonor plasma konvalesen di PMI Kota Bandung harus antre panjang untuk membantu pasien Covid-19. “Antrenya sampai hari ini 612 pasien yang menunggu,” kata Humas PMI Kota Bandung Budi Wandiana, Kamis, 29 Juli 2021.

    Pasien Covid-19 yang menunggu donor plasma itu berdomisili di Bandung dan beberapa daerah lain. Para pendonor harus antre menunggu penjadwalan donor. “Kalau lihat dari antrean jumlah mesinnya kurang,” ujarnya.

    Total ada enam unit mesin yang dipakai untuk mengolah plasma darah, sebuah di antaranya dipakai untuk mengolah trombosit. Karena keterbatasan mesin itu, maksimal hanya bisa 25-30 orang pendonor plasma konvalesen yang dilayani setiap hari. “Tidak semua unit tranfusi darah mengolah plasma konvalesen,” kata Budi.

    Mesin yang dipakai untuk mengolah plasma di PMI Kota Bandung sebelumnya dipakai untuk pengambilan keping darah atau trombosit.

    Donor plasma konvalesen merupakan metode pengambilan darah plasma dari penyintas Covid-19 sebagai terapi untuk pasien Covid-19 yang sedang dirawat. Syarat pendonor itu sudah sembuh dari Covid-19, sehat, bebas gejala selama 14 hari setelah sembuh, memperlihatkan hasil tes cepat PCR negatif.

    Kriteria lain berat badan pendonor minimal 55 kilogram, berusia 18-60 tahun, disarankan lelaki atau bisa juga perempuan yang belum pernah hamil, dan tidak menerima transfusi darah selama 6 bulan terakhir. Lebih diutamakan yang pernah mendonorkan darah.

    Situasi berbeda di bagian donor darah biasa. Selama masa pandemi, persediaan labu darah di PMI Kota Bandung selalu tipis. Terlebih ketika masa pembatasan kegiatan masyarakat. “Stok labu darah menurun sampai 60 persen dari kondisi normal,” kata Budi.

    Sebelum pandemi, stok labu darah di PMI Kota Bandung mayoritas berasal dari kegiatan donor darah massal di berbagai instansi, perumahan, juga lingkungan tempat ibadah. Kondisi itu membuat keluarga pasien harus mencari atau membawa pendonor sendiri.

    Pendonor darah biasa atau reguler ke Palang Merah Indonesia (PMI) tidak disyaratkan harus sudah divaksin Covid-19. Justru kalau sudah divaksin malah tidak bisa langsung mendonorkan darah. “Yang belum divaksin bisa langsung saja donor darah biasa,” kata Budi.

    Sebelumnya beredar informasi bahwa pendonor darah biasa disyaratkan sudah divaksin Covid-19. Menurut Budi, pendonor yang baru divaksin sekali harus menunggu sampai vaksinasi kedua. Setelah vaksin kedua, pendonor harus menunggu waktu lagi sampai 14 hari kemudian. “Kalau yang sudah divaksin jadi lebih lama untuk donor darah biasa,” ujarnya.

    Baca:
    Capaian Vaksinasi Rendah, Sleman: Stok Vaksin Tak Selalu Siap


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.