Kematian Warga Batam Penerima Dua Suntikan Vaksin Sekaligus Masih Misteri

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol kecil berlabel stiker

    Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

    TEMPO.CO, Batam - Seorang warga Kota Batam, Kepulauan Riau, meninggal dalam perawatan di rumah sakit pada Rabu 28 Juli 2021. Harjito, nama pasien itu, dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Yang mengejutkan, dia mengaku sebelumnya tak sengaja mendapatkan suntikan vaksin dua dosis pada hari yang sama.

    Harjito (49 tahun) meninggal setelah dirawat selama enam hari. Dia datang dibawa keluarganya pada 22 Juli setelah mengeluhkan batuk, muntah, pusing dan asam lambung naik. Keluhan dirasa semakin mengganggunya pada 15 Juli, atau empat hari berselang dari vaksinasi.

    Pada hari menerima vaksin Covid-19 itu, Harjito mengaku tak merasakan suntikan pertama. "Ia hanya merasa diusap," kata Ery Syahrial, Ketua RT 01/04 Perumahan Bepede, yang juga mewakili keluarga Harjito, Kamis lalu.

    Harjito akhirnya merasakan suntikan vaksin pada hari itu namun betapa terkejutnya saat surat dokter yang diterimanya menyebut dua dosis vaksin telah diberikan oleh dua vaksinator yang berbeda. Pada hari itu, menurut surat keterangan dokter, Harjito sudah dua kali disuntik untuk proses yang normalnya berselang dua minggu.

    "Malamnya ia memberitahu warga kalau kondisi badannya sudah tidak enak," kata Ery. Tapi Harjito tidak langsung menghubungi nomor telepon dokter yang tertera dalam surat keterangan vaksinasi.

    Dia baru mengontak saat keluhan dirasa semakin berat pada 15 Juli dan tak mendapat respons. Seperti yang memang disampaikan kepada semua peserta vaksinasi Covid-19, konsultasi ke nomor dokter yang tercantum dalam surat vaksinasi memang bisa dilakukan jika muncul efek samping 1x24 jam.

    Keluarga akhirnya membawa Harjito ke rumah sakit pada 22 Juli, namun kondisinya makin parah dan meninggal 28 Juli 2021. "Sampai saat ini, Dinas Kesehatan dan Satuan Tugas belum ada yang datang. Kami keluarga hanya membutuhkan ahli untuk menjelaskan," kata Ery.

    Termasuk Ikatan Dokter Indonesia Kepulauan Riau belum memberikan penjelasan. Alasannya masih mencari klarifikasi kepada dokter yang dimaksud dalam surat keterangan vaksinasi Harjito. 

    Saat dimintai komentarnya, dokter spesialis patologi klinik dari Universitas Sebelas Maret, Tonang Dwi Ardyanto, juga menyatakan butuh kejelasan atas apa yang terjadi dengan Harjito. Menurut dia, untuk mendapat dua suntikan di dua lokasi vaksinasi berbeda saja sulit, karena ada aplikasi P-Care. "Apalagi di satu lokasi vaksinasi, langsung dapat dua suntikan vaksin. Lebih sulit lagi," kata dia. 

    Baca juga:
    Lupa Diencerkan, Vaksin Setara 6 Dosis Disuntikkan ke Wanita di Italia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...