Benarkah Kode Telepon Indonesia +62 Berasal dari Angka 17 Ditambah 45?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang menggunakan smartphone atau handphone. pexels

    Ilustrasi orang menggunakan smartphone atau handphone. pexels

    TEMPO.CO, Jakarta - Pernah Anda bertanya mengapa Indonesia mendapat kode telepon internasional +62? Apakah kode ini memiliki arti tertentu atau hanya sebuah kebetulan? Kebetulan karena jika 17 ditambah 45 sama dengan 62?

    Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui akun official Instagram @kemenkominfo membeberkan mengapa Indonesia mendapat kode telepon +62. Kode telepon internasional sendiri telah diatur oleh organisasi dunia di bawah naungan PBB yakni Persatuan Telekomunikasi Internasional atau International Telecommunication Union disingkat ITU. Kode telepon internasional diatur untuk memudahkan komunikasi lintas negara.

    “Sudahi cocoklogimu 17 + 45 = 62. Cukup cocoklogi zodiak aja, kode negara jangan. Minfo mau cerita sedikit sejarah +62 yang diperoleh Indonesia. Ternyata kode negara ini telah diatur untuk memudahkan komunikasi lintas negara,” tulis Kemkominfo lewat Instagram pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Kode telepon dapat membantu perusahaan telekomunikasi memastikan dan memahami ke mana panggilan harus dialihkan ke tempat yang sesuai berdasarkan kode telepon internasional. Dengan demikian, komunikasi antar negara dapat dilakukan dengan mudah menggunakan kode tersebut.

    Dilansir dari governancejustice.org, pada 1960 ITU menerbitkan Red Book yang berisi susunan kode yang telah ditetapkan untuk digunakan sebagai kode negara di seluruh dunia. Buku panduan tersebut memuat 50 nomor berbasis dua digit untuk negara-negara di dunia. Kemudian 1964 kode telepon negara dunia dibagi menjadi sembilan zona, dan negara-negara diberi kode negara satu, dua atau tiga digit, dengan digit awal mewakili zona mereka.

    ITU bertugas mengatur kode negara di seluruh dunia untuk memfasilitasi konektivitas jaringan komunikasi internasional dan menyusun kode telepon internasional berdasarkan zona. ITU membagi sembilan zona, yang kemudian angka kelompok zona tersebut menjadi awalan kode telepon. Zona 1 untuk kawasan Amerika Utara dan Amerika Tengah, Zona 2 untuk kawasan Afrika, Zona 3 untuk kawasan Eropa, dan Zona 5 untuk kawasan Amerika Selatan.

    Sementara Zona 6 untuk Oseania, Australia dan lain-lain, termasuk sejumlah negara di Asia Tenggara. Zona 7 untuk kawasan Rusia, Zona 8 untuk kawasan Asia Timur, dan Zona 9 untuk kawasan Asia Barat dan Timur Tengah.

    Kode telepon +62 untuk Indonesia lantaran negara kita berada di kawasan Zona 6, selain Indonesia negara di Asia Tenggara lainnya juga mendapatkan kode telepon dengan awalan 6, yakni Malaysia dengan kode telepon +60, Filipina dengan kode telepon +63, dan Singapura dengan kode telepon+65.

    “Jika menggunakan kode 0 maka jangkauannya hanya di Indonesia saja. Tapi +62 membuatmu bisa berkomunikasi lintas negara,” terang Kominfo. Sementara tanda plus (+) berperan penting untuk menunjukkan kode negara. Tanpa tanda tersebut, maka hanya merupakan angka biasa.

    HENDRIK KHOIRUL MUHID

    Baca juga: Pemerintah Bentuk Tim Kaji Kode Akses Telepon


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.