Top 3 Tekno Berita Kemarin: WhatsApp Bikin Penuh Ponsel, Petir Makan Tuan F-35B

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com

    Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Berita Tekno Kemarin, Minggu 1 Agustus 2021, datang dari tiga topik yang sangat berbeda satu sama lain. Yang pertama adalah artikel berita tips mengembalikan memori internal ponsel yang dikonsumsi WhatsApp. Caranya amat mudah.

    Artikel berita kedua datang dari sepasang jet tempur F-35B Lightning II yang tersambar petir di langit. Dua pesawat itu milik Korps Marinir Amerika Serikat yang berpangkalan di Jepang. Apa yang terjadi dengan jet tempur petir yang disambar petir itu?

    Berita terpopuler ketiga adalah mengenai bayi simpanse albino yang menjadi korban infantisida dalam kawanannya. Peristiwa ini berhasil diamati oleh tim peneliti di tengah hutan di Uganda. Mereka sangat menyesali bayi albino itu terlahir di tengah kawanannya itu.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 1 Agustus 2021, selengkapnya,

    1. Cara Mengembalikan Memori Internal HP yang Dikonsumsi WhatsApp

    Aplikasi pesan singkat WhatsApp kini seperti menjadi kebutuhan primer bagi jutaan pengguna telepon pintar untuk bertukar pesan dalam bentuk teks, gambar, video, suara, dan lainnya. Namun seiring waktu, file tersebut akan mengonsumsi banyak internal memory alias memori internal smartphone.

    Bagi pengguna ponsel dengan kapasitas memori internal yang kecil hal ini tentu menjadi masalah. Karena mungkin saja tempat kapasitas yang kecil itu lebih penting untuk menyimpan data-data lain.

    WhatsApp uji pembaruan berupa fitur baru di antaranya nada dering baru di Grup dan pencarian atau search the web. (ANTARA/WhatsApp)

    Untuk mengoptimalkan kembali memori internal, kita bisa menghapus satu per satu file yang dirasa tidak dibutuhkan lagi. Namun WhatsApp sudah memberikan sebuah teknik yang mudah untuk diterapkan dalam menghapus file media dan pesan tidak hanya dari memori aplikasi, tetapi juga dari memori smartphone.

    2. Petir Sambar 2 Jet Tempur F-35B Lightning II Amerika, Ini yang Terjadi

    Sepasang jet tempur Marinir Amerika Serikat F-35B Lightning II tersambar petir saat terbang di langit Jepang. Keduanya tetap bisa mendarat dengan utuh dan menjaga para pilotnya tidak ada yang terluka, namun kerusakan yang dialami senilai lebih dari US$ 2,5 juta (setara Rp 36 miliar) atau termasuk kerugian Class A.

    Peristiwa itu terjadi di langit wilayah Makurazaki di Jepang sebelah selatan pada 13 Juli 2021. Kedua jet tempur F-35 yang berbasis di Iwakuni sedang terbang menuju Pulau Okinawa dalam sebuah misi operasi reguler saat petir menyambarnya.

    Dua pesawat tempur canggih F-35B Lightning II Angkatan Udara Kerajaan Inggris dan Angkatan Laut Amerika Serikat terbang di atas Laut Utara, 1 Juli 2016. Matt Cardy/Getty Images

    “Kami sedang menjalankan investigasi atas kerusakan yang terjadi dan pembelajarannya untuk operasi penerbangan di masa mendatang,” kata juru bicara Sayap Pesawat Udara I, Marinir Amerika Serikat, Mayor Ken Kunze, mengungkapkan pada 27 Juli 2021.

    3. Bayi Simpanse Albino Jadi Korban Infantisida, Simak Nasib Tragisnya

    Untuk pertama kalinya, seekor simpanse albino ditemukan di habitat liar. Bayi kera itu lahir dengan bulu putih terang yang merata, tanpa pigmen sama sekali. Tapi, sungguh tak terduga melihat bagaimana simpanse lain memperlakukannya.

    “Kami berhasil mendokumentasikan perilaku kawanan simpanse terhadap individu yang seperti itu,” kata Mael Leroux dari University of Zurich, Swiss, yang mengungkap hasil penelitiannya di American Journal of Primatology terbit 12 Juli 2021.

    Temuan bayi albino dan interaksi sosial dalam kawanan simpanse Sonso di habitat liarnya di Uganda. newscientist.com

    Sayangnya, bayi jantan itu lahir dalam kawanan simpanse yang dikenal dengan perilaku infantisida cukup tinggi, dan bayi simpanse itu hanya hidup beberapa minggu sebelum akhirnya mati dibunuh sejumlah simpanse yang dewasa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.