Kepala Eijkman Bicara Kebijakan PPKM Lanjutan: Tak Perlu, tapi...

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) di pos penyekatan PPKM Level 4 Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa, 27 Juli 2021. Polrestro Depok memperpanjang penerapan penyekatan sejumlah titik perbatasan Depok dengan wilayah lain pada perpanjangan PPKM Level 4 yang berlaku hingga 2 Agustus 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas memeriksa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) di pos penyekatan PPKM Level 4 Margonda, Depok, Jawa Barat, Selasa, 27 Juli 2021. Polrestro Depok memperpanjang penerapan penyekatan sejumlah titik perbatasan Depok dengan wilayah lain pada perpanjangan PPKM Level 4 yang berlaku hingga 2 Agustus 2021. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM akan berakhir hari ini, Senin, 2 Agustus 2021. Namun, hingga saat ini masih belum diketahui apakah kebijakan yang dilakukan untuk memutus penyebaran infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19 itu, akan dilanjutkan atau tidak.

    Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, menerangkan, sebenarnya PPKM tidak perlu lagi dilakukan, “yang terpenting buat kami adalah menyadarkan seluruh lapisan masyarakat agar bisa melaksanakan protokol kesehatan, 5M,” ujar dia melalui sambungan telepon, Minggu, 1 Agustus 2021.

    Protokol kesehatan 5M itu adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sementara, kata Amin, pemerintah tetap fokus dengan 3T (testing, tracing, dan treatmen). 

    Menurut Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, jika 5M dilakukan dengan tertib, artinya masyarakat sudah memahami permasalahan dan ikut serta dalam pengendalian pandemi. “Sehingga tidak perlu lagi dilarang-larang lagi aktivitasnya, karena kita sendiri bisa mengendalikannya,” tutur dia.

    Menurut Amin, hal yang paling penting dalam menyelesaikan pandemi ini adalah melibatkan masyarakat sebanyak mungkin.

    Dia juga meminta kepada masyarakat agar tidak perlu mempermasalahkan adanya berbagai varian virus, karena di luaran sana tidak diketahui virus varian apa yang akan menginfeksi. “Jadi sekali, yang paling penting itu adalah mengendalikan pandemi dengan mencegah terjadinya perpindahan virus dari satu orang ke orang lain,” kata peraih Ph.D Immunogenetic dari Jepang itu.

    Baca:
    Cara Mengembalikan Memori Internal HP yang Dikonsumsi WhatsApp 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.