Varian Delta Disebut Menular Seperti Cacar, Kepala Eijkman: Disama-samakan Saja

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan bahwa Covid-19 varian Delta sama menularnya seperti cacar air. Bahkan disebutkan jauh lebih menular daripada pilek atau flu biasa. 

    Menanggapi hal itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio, mengatakan sebenarnya munculnya informasi tersebut karena ada informasi bahwa varian Delta yang ditularkan melalui airbone atau udara. Menurutnya SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, pada dasarnya memiliki ukuran yang agak besar.

    “Itu disama-samakan saja, penularannya hanya melalui droplet atau percikan air ludah ketika bicara, bersin atau batuk,” ujar dia melalui sambungan telepon, Minggu, 1 Agustus 2021.

    Sedang penularan melalui partikel yang lebih kecil atau aerosol, kata Amin, itu hanya terjadi di rumah sakit, lokasi di mana dilakukan prosedur-prosedur misalnya memasang ventilator.

    Di tempat umum, menurutnya, jika droplet keluar dari saluran napas orang, bisa menularkan. “Paling jauh cuma sekitar 2 meteran begitu.”

    Covid-19 varian Delta, pertama kali diidentifikasi di India, yang juga bertanggung jawab atas lonjakan tsunami Covid-19 di negara tersebut. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memasukkan varian tersebut ke dalam kategori variant of concern.

    CDC juga mengusulkan agar setiap petugas kesehatan diwajibkan vaksinasi Covid-19 dan menggunakan kembali masker agar terhindar dari varian itu. Varian ini dapat ditularkan bahkan oleh orang yang sudah divaksinasi dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dibandingkan jenis virus corona sebelumnya. 

    Dalam dokumen berjudul "Meningkatkan komunikasi seputar terobosan vaksin dan efektivitas vaksin", disebutkan bahwa varian Delta memerlukan pendekatan baru untuk membantu masyarakat memahami bahayanya, termasuk memperjelas bahwa orang yang tidak divaksinasi lebih dari 10 kali mengalami sakit parah atau meninggal dibandingkan mereka yang divaksinasi. 

    CDC mengkonfirmasi keaslian dokumen tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Washington Post. “Virus yang tinggi menimbulkan kekhawatiran bahwa orang yang divaksinasi yang terinfeksi Delta dapat menularkan virus,” kata kepala CDC Rochelle Walensky dalam sebuah pernyataan. 

    Baca:
    Kepala Eijkman: Baru Ada Satu Kasus Covid-19 Varian Delta Plus di Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...