Produksi Chromebook Lokal, Kemendikbud: Siswa SMK Ikut Garap

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laptop buatan SMK 2 Sukabumi kerjasama dengan Telkom, Bank Mandiri, Forsa SMK, dan Vokasi Sukabumi, dipamerkan pada Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Rabu (2/12). TEMPO/Prima Mulia

    Laptop buatan SMK 2 Sukabumi kerjasama dengan Telkom, Bank Mandiri, Forsa SMK, dan Vokasi Sukabumi, dipamerkan pada Program Pendanaan Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia Jawa Barat di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, Rabu (2/12). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek), Wikan Sakarinto, mengumumkan akan mengembangkan laptop atau Chromebook lokal. Pengembangan tersebut bekerja sama dengan Google dan enam merek teknologi dalam negeri, Advan, Axio, Evercoss, SPC, Zyrex, dan TSM.

    Dalam acara virtual, Selasa, 3 Agustus 2021, Wikan menjelaskan bahwa dalam proses produksi Chromebook, kementerian akan melibatkan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Ini akan melibatkan ribuan anak muda Indonesia, SDM dan tenaga kerja, khususnya siswa SMK,” ujar dia.

    Wikan menambahkan, dengan terlibatnya SMK diharapkan bisa memberikan manfaat dan keterampilan nyata yang dibutuhkan industri. Siswa ini, kata dia, akan dilibatkan dalam rencana besar produksi massal Chromebook, dan menjadi bentuk konkret nyata link and match antara pendidikan vokasi berbasis project based learning dengan industri dan dunia kerja. 

    “Kita akan sangat mengharapkan ini bisa menjadi inspirasi bagi industri lain untuk berkolaborasi dengan pendidikan vokasi,” tutur Wikan.

    Selain itu, untuk keenam industri teknologi, Kemendikbud-Ristek juga berharap dapat menciptakan lini yang terintegrasi dengan pendidikan vokasi. “Kita dukung penuh dengan semangat gerakan bangga buatan Indonesia untuk mendukung semangat merdeka belajar.”

    Menurut Wikan, kehadirkan kolaborasi ini juga akan memberikan seperangkat keterampilan luas dalam bidang industri manufaktur dan IT yang lebih maju. Serta akan menjadi inisiatif dalam membangun pilar perekonomian nasional, karena dari industri ini diproyeksinya akan mengadirkan Chromebook yang potensial dan bisa diekspor.

    “Juga benar-benar sebagai inisiasi menghadirkan fasilitas layanan pendidikan digital yang memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan pendidikan,” kata Wikan sambil menambahkan kerja sama ini diharapkan bisa memajukan pendidikan dan industri di Indonesia.

    Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf, menambahkan, kolaborasi ini diperkirakan dapat merekrut ribuan tenaga kerja untuk memproduksi jutaan Chromebook beberapa tahun ke depan. “Termasuk juga mengajak anak sekolah kejuruan untuk membantu mencapai target ambisius dari enam merek tersebut,” ujar dia yang menyebut kolaborasi ini mejadi langkah penting untuk menyediakan hardware yang lebih banyak di sekolah.

    Chromebook dari enam merek teknologi tersebut akan menggunakan sistem operasi Chrome atau ChromeOS, milik Google. Menurut Randy, perangkat akan benar-benar di rakit secara lokal. “Ini pertama kalinya produsen di Indonesia membuat produk untuk Indonesia dan pasar Internasional.”

    Baca juga:
    Pengembangan Laptop Merah Putih Dibayangi Krisis Chip


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.