Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Tips Hapus File Berat WhatsApp, Huruf Berwarna

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com

    Ilustrasi WhatsApp. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno Berita Hari Ini didominasi artikel berisi tips dalam aplikasi pesan paling populer WhatsApp. Yang pertama adalah petunjuk menghapus file Msgstore untuk mengatasi masalah memori ponsel yan kepenuhan. File ini berukuran relatif sangat besar.

    Yang kedua, tips membuat huruf-huruf berwarna. Ini menambah kesenangan dari opsi yang sudah ada  seperti cetak tebal, cetak miring, garis bawah, dan dicoret. Bedanya, huruf berwarna tak tersedia resmi di WhatsApp dan harus menggunakan aplikasi pihak ketiga.

    Terpopuler ketiga adalah berita mahasiswa Indonesia di tim Vaksin AstraZeneca bicara soal efek samping penggumpalan darah dari penggunaan vaksin tersebut. Kasus penggumpalan darah sempat membuat sejumlah negara membekukan distribusi vaksin itu.

    Berikut Top 3 Tekno Berita Hari ini, Selasa 3 Agustus 2021,  selengkapnya,

    1. Memori Ponsel Penuh? Hapus Saja File Msgstore di WhatsApp

    Aplikasi pesan singkat WhatsApp kini seperti menjadi kebutuhan primer bagi jutaan pengguna telepon pintar untuk bertukar pesan dalam bentuk teks, gambar, video, suara, dan lainnya. Namun seiring waktu, aplikasi ini menyedot banyak memori internal ponsel.

    Data dari WhatsApp umumnya berkisar antara 500 MB sampai 2 GB. Semakin banyak obrolan yang dilakukan maka data tersebut akan semakin banyak. Salah satu file yang diproduksi WhatsApp dan berukuran sangat besar adalah msgstore. File ini bisa ditemukan pada folder WhatsApp yang ada pada file manager

    File msgstore merupakan file backup otomatis yang ada di WhatsApp dan muncul beberapa bulan sekali. Data-data pada WhatsApp, seperti teks, video, gambar, stiker, rekaman suara, dan lain-lain akan di-backup menjadi file msgstore. File ini akan berguna bagi ketika pemilik ponsel tidak sengaja menghapus WhasApp.

    2. Begini Tips Membuat Tulisan Berwarna di WhatsApp

    WhatsApp menyediakan fitur untuk membuat tulisan menjadi tebal, miring, digarisbawahi, dan dicoret. Namun, kini Anda juga bisa menjajal untuk mengirim tulisan berwarna di WhatsApp.

    WhatsApp secara resmi memang tidak mengeluarkan fitur yang membuat tulisan Anda bisa berwarna sehingga dibutuhkan aplikasi pihak ketiga. Dilansir dari laman otechworld pada 9 Mei 2021, aplikasi pihak ketiga yang bisa Anda gunakan untuk melakukan hal ini adalah WhatsBlueText.

    Aplikasi ini dapat Anda unduh di Google Play Store. Selain menyediakan tulisan berwarna biru, aplikasi ini menyediakan 50 gaya tulisan, lebih dari 30 jenis font, freehand pencil agar Anda dapat membuat stiker Anda secara bebas, clipart dan stickers pack supaya Anda dapat membuat sticker custom.

    3. Mahasiswa Indonesia di Tim Vaksin AstraZeneca Bicara Soal Penggumpalan Darah

    Indra Rudiansyah, mahasiswa program doktoral dari Indonesia di Institut Jenner, University of Oxford, Inggris, bicara tentang efek samping pembekuan atau penggumpalan darah dari penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca. Indra adalah satu dari dua orang Indonesia yang terlibat dalam pembuatan vaksin AstraZeneca tersebut. Indra membantu dalam riset respons imun dari 20 ribu peserta uji klinisnya sepanjang Maret 2020 hingga Maret 2021.

    Indra mengungkapkan bahwa penggumpalan darah tak ditemukan dalam uji klinis vaksin itu—saat masih kandidat--dengan sekitar 20 ribu sukarelawan. Dari proses uji itu, vaksin dipastikan aman dan efek samping yang dilaporkan masih dapat ditoleransi seperti demam, sakit pada area suntikan, dan mual yang sifatnya sementara.

    “Fenomena blood clot muncul ketika vaksin sudah digunakan secara massal di seluruh dunia, frekuensinya satu dari satu juta orang, jadi amat langka,” kata Indra dalam sebuah wawancara daring bersama MAJALAH TEMPO dan NET TV, Sabtu malam, 31 Juli 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.