TikTok Mulai Uji Fitur Stories Mirip Snapchat dan Instagram

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo TikTok terlihat di smartphone di depan logo ByteDance yang ditampilkan dalam ilustrasi yang diambil pada 27 November 2019. [REUTERS / Dado Ruvic / Illustration / File Photo]

    Logo TikTok terlihat di smartphone di depan logo ByteDance yang ditampilkan dalam ilustrasi yang diambil pada 27 November 2019. [REUTERS / Dado Ruvic / Illustration / File Photo]

    TEMPO.CO, Jakarta - Media sosial TikTok mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengembangkan fitur Stories sendiri. Fitur tersebut mirip dengan yang ada pada aplikasi serupa, seperti Snapchat, Instagram, dan Facebook, serta Twitter yang baru-baru ini mencabut fitur itu karena tidak banyak digunakan.

    “Memperkenalkan TikTok Stories. Ini kejutan,” cuit Matt Navarra di akun Twitter-nya yang pertama kali menemukan informasi tersebut pada Rabu, 4 Agustus 2021.

    Saat ini, fitur Stories itu sedang diujicobakan dengan sejumlah kecil pengguna di pasar di luar Amerika Serikat. Juru Bicara TokTok menjelaskan bahwa pihaknya selalu memikirkan cara baru untuk memberikan nilai bagi komunitas dan memperkaya pengalaman TikTok.

    “Saat ini kami sedang bereksperimen dengan cara-cara untuk memberikan format tambahan kepada para pembuat konten. Tujuannya untuk mewujudkan ide-ide kreatif mereka untuk Komunitas TikTok,” kata Juru bicara TikTok kepada The Verge.

    TikTok Stories tidak dimaksudkan untuk menggantikan fitur storytelling lain yang sudah dimiliki TikTok, seperti Duets, Live, dan Stitch. Stories ini, cara kerjanya sama dengan yang sudah ada di media sosial lain, menghilang setelah 24 jam.

    Pengguna dapat melihat siapa yang menonton Stories-nya. Juga tidak akan menghalangi layar beranda saat ini, melainkan akan diakses dengan menggeser ke kiri dari Umpan utama, atau dengan mengetuk Avatar seseorang. 

    Tidak ada kabar berapa lama dalam pengujian dan juga tidak ada tanggal peluncuran. Akan menarik untuk melihat bagaimana TikTok akan mengambil fitur Stories dan menjadikannya miliknya. Potensi keterlibatan dan ruang iklan sangat besar, tapi jika diterapkan dengan buruk, itu bisa berakhir seperti yang dilakukan Fleets, Twitter.

    GSM ARENA | THE VERGE 

    Baca:
    Instagram, Snapchat, dan TikTok Jadi Media Sosial Favorit Gen Z


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.