Mengenal Developer Lokal Niji Games, Pembuat Game Edukasi Covid-19

Reporter:
Editor:

Erwin Prima

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Tampilan game Ayo Cegah Virus yang dibuat developer lokal bernama Niji Games. Kredit: Niji Games

    Tampilan game Ayo Cegah Virus yang dibuat developer lokal bernama Niji Games. Kredit: Niji Games

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Game Indonesia diresmikan pada 8 Agustus 2016 dan menjadi peringatan rutin setiap tahunnya. Peringatan ini diadakan untuk memberikan wadah kepada pecinta game di Indonesia untuk dapat berpartisipasi, mendukung, dan mendorong industri game tanah air.

    Kali ini, ada developer lokal, Niji Games, yang berbagi cerita dalam memanfaatkan dan mengembangkan game. Niji Games adalah studio game indie yang didirikan pada 2016 dan berpusat di Jakarta, dan sudah menerbitkan tujuh game dengan total hampir satu juta unduhan.

    Co-founder sekaligus CEO Niji Games, Nikko Soetjoadi. Kredit: Niji Games

    Co-founder sekaligus CEO Niji Games, Nikko Soetjoadi, mengatakan Niji Games mengembangkan game untuk menginspirasi dan membawa kebahagiaan bagi pemain. “Niji Games menghadirkan berbagai jenis games termasuk casual games, puzzle dan visual novel,” ujar dia dalam keterangan tetulis, Minggu, 8 Agustus 2021.

    Niji Games pernah berpartisipasi pada Google’s Indie Games Accelerator 2018 dan Indie Games Accelerator (IGA) Alumni Demo Day 2020. Nikko dan timnya juga menjadi salah satu studio game Indonesia pertama yang menerima lencana Pilihan Editor Google Play.

    Sejak mengikuti program Google, Nikko menerangkan, Google telah membantunya memberi akses, berbagi pengetahuan, dan peluang jaringan. “Ini penting agar pengembang seperti kami tidak hanya fokus pada pengembangan, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis,” katanya.

    Menurut Nikko, Niji Games adalah tentang semangat kolaborasi lokal. Sejak mengikuti IGA, mereka fokus menjadi studio game yang menciptakan peluang dan ekosistem bagi para mitra. Mereka saat ini bekerja dengan banyak calon pengembang di seluruh Indonesia untuk membuat game yang lebih baik.

    Pengguna aplikasi game dari Niji Games tersebar di berbagai negara terutama dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Brasil. Ini menjadikan aplikasi-aplikasi buatan Niji Games dikenal sebagai aplikasi lokal dengan pemain global.

    Game populer yang dibuat Niji Games di antaranya adalah Cute Munchies telah diinstal lebih dari 500.000 kali dan Letur - RPG Offline Idle Defense telah diinstal lebih dari 100.000 kali. Tidak berhenti di situ, Niji Games meluncurkan game edukasi nirlaba pertamanya tentang bahaya Covid-19 bernama Ayo Cegah Virus. 

    Game yang telah diunduh lebih dari 6.800 pengguna ini merupakan inisiatif kerja sama dengan berbagai lintas industri, yaitu Ika Yunsita Pratiwi sebagai learning designer, Jasson Prestiliano dari JPsoundworks untuk BGM, Eternal Dream Studio dan Winarto untuk programming, dan D.A.I.G, Amelia Lola, Annisa N. Savitri sebagai ilustrator.

    “Game Ayo Cegah Virus mendapat surat rekomendasi dari Menkominfo sebagai aplikasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia selama pandemi,” tutur Nikko.

    Game ini mengajak pengguna untuk ikut berpetualang bersama Bima, belajar tips hidup sehat, dan mencegah virus. Di dalamnya terdapat lima fitur utama, yaitu ikuti cerita Bima menolong Ibu, 5 chapter yang seru, bermacam-macam minigames, tips kesehatan, serta gambar dan musik yang menarik.

    Baca:
    Rekor, Game Super Mario Tahun 1985 Tersegel Terjual Rp 28,7 Miliar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Prosedur dan Syarat Perjalanan selama PPKM Level 3 Nataru

    Pemerintah mengeluarkan syarat dan prosedur perjalanan selama PPKM saat Natal dan Tahun Baru. Perjalanan ke masuk dari luar negeri juga diperketat.